Blog Archives

Minuman Bersoda: Dahaga Hilang, Erosi Gigi Datang

Seringkali kita lihat iklan minuman bersoda di televisi yang menggugah selera. Apalagi ketika cuaca sedang terik, hmmm rasanya nikmat ya meneguk minuman dingin bersoda, atau minuman segar berenergi seperti di iklan – iklan itu. Kemudian, lama kelamaan menjadi kebiasaan kita untuk mengkonsumsi minuman tersebut setiap hari. 

Tapi, tahukan anda bahwa minuman – minuman tersebut dapat mempengaruhi kekuatan email gigi anda???

 Image

Menurut penelitian yang dilakukan di berbagai negara, minuman bersoda, minuman olahraga, dan minuman berenergi dengan berbagai merknya memiliki kandungan yang dapat membuat email gigi kita melunak. Kandungan seperti asam sitrat dan asam fosfat dapat membuat kekuatan email gigi kita berkurang, sehingga gigi menjadi mudah berlubang atau rapuh dan mudah terkikis.

Image Image 

Kondisi tersebut namanya erosi gigi, yaitu kehilangan beberapa bagian permukaan gigi oleh karena proses kimia seperti larutan yang bersifat asam. Meski banyak faktor yang dapat menyebabkan proses erosi gigi, namun sebagian besar penyebabnya adalah karena konsumsi minuman asam dalam waktu lama dan sering.

Minuman bersoda, minuman olahraga dan minuman bernergi yang telah diteliti tersebut ternyata mengandung pH yang asam berkisar antara 2.5 – 3.7, sehingga bila minuman tersebut merendam gigi kita dalam jangka waktu yang lama dan frekuensi yang sering, maka otomatis email gigi kita akan larut.

Image

Saliva atau air ludah kita memiliki pH normal berkisar antara 5.6 – 7.9, hal inilah yang dapat mempertahankan kondisi struktur email tetap sehat dan kuat. Saliva bertugas sebagai buffer atau penyeimbang pH dalam rongga mulut sekaligus sebagai self-cleansing. Meskipun saliva kita bisa mengembalikan pH rongga mulut, namun bila tingkat konsumsi minuman yang mengandung asam tersebut lebih sering dan dalam jangka waktu lama, maka pH dalam mulut kita akan menurun, dan bila hal ini dibiarkan terus menerus maka akan terjadi erosi gigi.

Tidak hanya gigi dewasa, tetapi gigi anak – anak justru lebih rentan mengalami erosi gigi ini karena struktur gigi sulung yang lebih kecil dan tipis daripada gigi tetap. Selain email gigi, ternyata minuman tersebut juga dapat menurunkan kekuatan tambalan gigi terutama tambalan sewarna gigi. Lapisan tambalan secara bertahap akan larut dengan lepasnya beberapa struktur dan ikatan tambalan, sehingga lama kelamaan tambalan bisa mengalami kebocoran.

 

Berikut cara mencegah dan mengatasi erosi gigi

– Kurangi asupan minuman dengan pH asam seperti minuman bersoda, minuman olahraga, dan minuman berenergi

– Perbanyak konsumsi air putih, minimal dg kadar pH 7.0

– Jangan langsung menyikat gigi persis setelah minum dan makan yang asam. Karena dengan kondisi pH rendah, email menjadi lunak dan akan lebih mudah terkikis bila digosok dengan sikat gigi. Sebaiknya tunggu minimal 30 menit untuk mengembalikan pH mendekati normal.

– Kunjungi dokter gigi anda, dan mintalah untuk dilakukan perawatan aplikasi fluoride sesuai dengan tingkat keparahan erosi gigi. Bila perlu, gigi yang telah mengalami erosi dapat dilakukan penambalan.

– Rutin kontrol ke dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali.

– Gunakan pasta gigi berfluoride ketika menyikat gigi 2 kali sehari pagi dan malam hari.

Image

*Perlu diingat pula, bahwa selain gigi, tubuh kita pun memiliki pH normal berkisar antara 6.0 – 7.0 sehingga, penting sekali untuk memperhatikan asupan makan dan minum harian kita. Ketika tubuh lebih banyak mendapat asupan asam, maka akan timbul berbagai masalah kesehatan tidak hanya pada gigi, tapi pada berbagai organ tubuh kita.

Image

Salam,

Healthy Teeth for Healthy Life.

 

Sumber:

–       Al-Jobair, Asma, 2010. The Effect Of Repeated Applications Of Enamel Surface Treatment On In-Vitro Bovine Enamel Hardness After Multiple Exposures To Cola Drink. Pakistan Oral & Dental Journal Vol 30, No. 1.

–       Attin, T. et al. 2005. Impact of modified acidic soft drinks on enamel erosion. Oral Diseases 11, 7–12 Blackwell Munksgaard.

–       Erdemir, Ugur, et al. 2012. Surface Hardness of Different Restorative Materials After Long Term Immersion in Sports and Energy Drinks. Dental Material Journal; 31 (5): 729-736. 

Advertisements

Gigi Susu Anak Anda “Reges”?

Beberapa waktu yang lalu, saya mengikuti kegiatan bakti sosial bersama tim KIMMI (Komunitas Mitra Medis Indonesia) di daerah Plumpang, Jakarta Utara. Waktu itu saya bertugas memberikan penyuluhan kpd para orang tua murid disana. Setelah penyuluhan selesai, masuk sesi tanya jawab. Ketika itu saya mendapat pertanyaan “Dok, mengapa gigi depan atas anak saya yang berusia 4 tahun reges ya dok??”. Spontan saya tersenyum mendengar kata “reges”. Ketika saya tanyakan pada orang tua tersebut, “Bu, apakah si anak seringkali dibiarkan tidur sambil minum susu botol?”, Ibu tersebut mengiyakan pertanyaan saya.

Ya, istilah “reges” seringkali disebut oleh orang tua yang anaknya mengalami karies pada gigi depan atasnya. Secara klinis, nampak gigi susu depan atas anak berwarna cokelat hingga kehitaman dengan bentuk mahkota yang hampir habis. Sebenarnya, istilah “reges” itu adalah “Nursing Bottle Caries” atau “Baby Bottle Tooth Decay” atau “Karies Botol Susu”. Mengapa? Berikut penjelasannya:

Baby Bottle Decay

Penyebab Nursing Bottle Caries (Karies Botol Susu)

Seringkali, agar anak lebih mudah tidur, Ibu memberikan susu botol pada anaknya, dan tetap dibiarkan hingga si anak tertidur pulas. Sayangnya kebiasaan inilah yang menyebabkan gigi anak rusak. Ketika anak menghisap botol susunya selama ia tidur, maka gigi depan atasnya akan terendam susu sehingga akan lebih cepat mengalami karies (gigi berlubang). Cairan yang mengandung gula seperti susu, sirup, teh manis, jus buah dg tambahan gula dapat memberikan lingkungan yang baik untuk perkembangan mikroorganisme penyebab karies. Selain itu, berkurangnya aliran saliva (air ludah) pada saat tidur juga meningkatkan proses terjadinya karies.

Pada umumnya, karies botol susu ini terjadi pada anak usia antara 2-4 tahun. Awalnya, gigi depan atas mulai nampak kuning kecokelatan, kemudian bila dibiarkan akan terus menjadi cokelat kehitaman dan kemudian akan habis mahkotanya, dan meninggalkan sisa akar kehitaman pada gusi bagian depan atasnya. Itulah yang seringkali disebut “reges”. Gigi lainnya juga rentan terkena karies yaitu gigi geraham sulung atas dan bawah hingga gigi taring bawah (caninus). Gigi depan bawah biasanya jarang sekali mengalami karies jenis ini karena posisinya yang terlindungi oleh lidah ketika anak menghisap botol susu.

1

Bagaimana cara mencegahnya?

1. Hentikan kebiasaan anak menghisap botol berisi susu atau cairan mengandung gula lainnya selama ia tidur.

Bila anak belum bisa dihentikan secara langsung, maka hentikan secara bertahap dengan menyelingi susu dengan air putih.

2. Mulai ajarkan kebiasaan menyikat gigi sebelum tidur, bila belum bisa, tidak perlu menggunakan pasta gigi terlebih dahulu.

Untuk anak yang lebih kecil, Ibu bisa membersihkan gigi susu anak dengan kasa yang dililitkan pada jari telunjuk dengan air hangat.

3. Bila anak sudah mulai terbiasa menyikat gigi, ajarkan penggunaan pasta gigi khusus anak secukupnya, sehingga gigi bisa terlapisi dengan fluoride.

4. Kenalkan dengan dokter gigi sejak dini, sehingga bisa mendapatkan perawatan dini pada gigi susu, seperti aplikasi fluoride di klinik gigi.

5. Ganti kebiasaan anak sebelum tidur dengan membacakan dongeng, atau beri ia reward/hadiah bila anak berhasil tidur tanpa menghisap botol susunya.

PKL 4

BIla anak sudah terlanjur mengalami karies botol susu, apa tindakan selanjutnya?

Tidak ada kata terlambat untuk sebuah kebaikan.

1. Tetap usahakan agar anak bisa menghentikan kebiasaannya menghisap botol susu. Akan lebih baik bila anak diajarkan minum di gelas.

2. Ajarkan cara menyikat gigi yang baik dan benar menggunakan pasta gigi berfluoride khusus anak-anak terutama sebelum tidur

3. Ajak anak ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan sesuai tingkat keparahan karies. Bila masih memungkinkan, bisa dilakukan penambalan.

4. Beri anak hadiah/pujian ketika ia berhasil menghentikan kebiasannya, dan ketika ia berani ke dokter gigi untuk dilakukan tindakan.

Yang perlu Ibu/Bapak ingat adalah, bahwa gigi susu penting sekali bagi anak. Gigi susu berfungsi untuk pengunyahan, fungsi bicara yang baik, estetik, dan yang terpenting adalah gigi susu diperlukan untuk jalan pertumbuhan bagi gigi tetapnya nanti. Pentingnya gigi susu telah saya bahas di posting sebelumnya.

Sekian mengenai gigi “reges” semoga bermanfaat.

Salam,

Healthy Teeth for Healthy Life.