Blog Archives

Nafsu Makan berkurang, karena SARIAWAN???

Sebagian besar orang pasti pernah mengalami sariawan. Kalau sedang sariawan, biasanya nafsu makan pun berkurang karena mulut terasa sakit, tidak nyaman, perih, dll. Mengganggu sekali ya? Apalagi kalau sariawannya kambuhan, setiap akan menstruasi, atau sedang sters, sariawan menyebalkan itupun timbul. Lantas Apa sih sariawan itu? Mengapa sering terjadi, terutama pada wanita menjelang menstruasi dan ibu hamil? Lalu bagaimana menanganinya??

Sariawan atau istilah kedokterannya Aphtous ulcer adalah suatu luka atau ulserasi yang mengenai membran mukosa mulut. Biasanya sariawan timbul pada usia produktif, 20 – 30 tahunan, namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada rentang usia lainnya.

Penyebab sariawan sebenarnya masih belum diketahui, namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi timbulnya sariawan dalam mulut kita, antara lain:

–          Faktor imun

–          Infeksi (Misal: infeksi virus seperti HSV-1, Varicella Zooster, dan Cytomegalovirus)

–          Gangguan nutrisi (Misal: kekurangan vit. B12, asam folat, besi, kondisi – kondisi malabsorpsi seperti Celiac Disease (pasien yang sensitif terhadap gluten) dan Crohn’s Disease)

–          Perubahan hormon

–          Stress

–          Trauma

–          Alergi makanan

–          Penderita HIV +

–          Genetik

–          Faktor sistemik

 

Gejala klinis sariawan yaitu adanya luka atau ulcer berbentuk bulat atau oval berwarna putih dikelilingi halo erythema (kemerahan), berbatas jelas, dan terasa sakit. Rasa sakitnya bervariasi, mulai dari yang ringan (apthous minor) hingga yang parah (aphtous mayor). Terkadang sariawan ini bersifat kambuhan (rekuren).

 

minor aphtous

 

Minor Aphtous Ulcer

Sariawan umumnya bukanlah penyakit menular, namun bila terinfeksi, seperti pada kasus pasien HIV +, maka sariawan bisa menjadi media penularan virusnya. Sebagian besar pemicu sariawan adalah stress dan perubahan hormonal. Inilah yang membuat sariawan lebih banyak timbul pada perempuan dibandingkan laki – laki. Ketika menjelang menstruasi, dan wanita hamil biasanya rentan mengalami sariawan karena adanya perubahan hormonal dalam dirinya.

mayor aphtous

        Mayor Aphtous Ulcer

Sariawan (aphtous ulcer) harus dibedakan dengan sariawan karena trauma (traumatik ulcer) karena beda penyebabnya dan biasanya tidak kambuhan seperti aphtous ulcer. Gejala klinis Aphtous ulcer yaitu adanya ulcerasi atau luka disertai rasa sakit di jaringan lunak mulut yang tak berkeratin seperti pipi, bibir, lidah, dasar mulut, palatum lunak, dan uvula. Biasanya, penderita sariawan ini mengalami gejala- gejela (prodromal) sebelumnya seperti rasa tidak nyaman, erythema atau kemerahan 1-3 hari sebelum sariawan itu timbul. Aphtous ulcer memiliki tiga tipe, yaitu minor, mayor, dan herpetiform.

 

Minor Mayor Herpetiform
Jumlah 1 – 6 bh 1 – 3 bh 10 – 100
Diameter < 0,5 cm
  • 0,5 cm
1 – 3 mm
Masa Penyembuhan 6 – 10 hari 3 – 6 minggu 10 – 15 hari
Scar/Bekas Tdk Ya Tdk

 

herpetiform

Herpetiform Aphtous Ulcer

 

Aphtous ulcer mesti dibedakan dengan beberapa penyakit mulut lainnya yang gejala klinisnya serupa dengan aphtous ulcer antara lain: traumatik ulcer, herpes rekuren, pemphigus vulgaris, cicatricial pemphigoid, Crohn’s disease, neutropenia, Celiac disease, dan CMV.

Sebenarnya tidak ada terapi yang tepat untuk sariawan ini, karena penyebab utamanya masih belum diketahui. Namun, ada beberapa yang bisa dilakukan untuk membantu mempercepat masa penyembuhan sariawan seperti obat topical (salep) 5% amlexanox oral paste (Aphthasol). Untuk sariawan yang dipicu oleh faktor imun, bisa menggunakan obat golongan kortikosteroid (sediaan salep untuk kasus yang ringan, sediaan oral/sistemik untuk kasus yang berat) namun harus dengan pengawasan dokter.

Agen topikal (salep) yang paling efektif sekarang ini adalah 0.1% triamcinolone acetonide dalam suatu oral adhesive base (Orabase), 0,5% fluocinonide gel (Lidex gel) atau 0.05% clobetasol propionate gel (Temovate) yang diaplikasikan 3-6 kali sehari selama 4-6 hari.

Sedangkan untuk kasus yang lebih berat terutama yang terkait penyakit sistemik sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter gigi ahli penyakit mulut karena memerlukan pengobatan rutin dalam pengawasan dokter.

Sebenarnya tujuan terapi sariawan adalah menghilangkan rasa sakitnya, memperpendek masa penyembuhan, dan menghindari kekambuhan. Jadi, sariawan tidak selalu harus diberi obat, kecuali yang terkait infeksi, dan pada kasus yang berat mengenai banyak daerah dalam mulut.

Yang terpenting adalah tetap menjaga kebersihan mulut, dengan menyikat gigi dua kali sehari, dan berkumur dengan obat kumur yang tidak mengandung alkohol dua hari sekali, agar mulut tidak kering.

Bila mulut bebas sariawan, makan pun jadi lebih nyaman, senyum pun makin lebar..

Salam,

Healthy Teeth for Healthy Life

 

*Regezi, Joseph A, 1999. Oral Pathology, Clinical Pathologic Correlations 3rd ed. WB Saunders: Philadelphia.

**Laskaris, George. 2005. Treatment of Oral Disease. Thieme: Germany.