Blog Archives

Benarkah Merokok Dapat Mengganggu Kesehatan Gigi dan Mulut??

“Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin”

Slogan itulah yang umumnya menjadi pusat perhatian bagi masyarakat umum. Hampir tidak pernah ada slogan yang menyebutkan bahwa merokok juga menyebabkan gangguan kesehatan gigi dan mulut. Pasti anda bertanya, “memang bisa?”

Tentu saja bisa, dan sudah pasti iya. Penasaran? Jadi begini ceritanya,

cigar

Orang yang merokok memiliki karakteristik yang khas pada mulutnya, diantaranya:

Bau mulut yang khas
Perubahan warna gigi dari mulai kekuningan, cokelat, hingga bercak kehitaman.
– Bibir dan gusi yang berwarna kehitaman
– Mudah terbentuk plak dan karang gigi

smoker melanosisSmoker’s Melanosis (Pigmentasi Kehitaman akibat Merokok)

 

Rokok, dan segala kandungan didalamnya memang tidak secara langsung menyebabkan penyakit gigi dan mulut tetapi seiring berjalannya waktu, kebiasaan merokok dapat menyebabkan hal – hal berikut:

– Meningkatkan resiko penurunan tulang rahang
– Meningkatkan resko adanya leukoplakia, bercak putih didalam mulut
– Meningkatkan resiko penyakit gusi, dari yang ringan hingga berat menyebabkan gigi goyang dan tanggal
– Menyebabkan tertundanya proses penyembuhan setelah pencabutan gigi, perawatan gusi, atau bedah mulut
– Menurunkan tingkat keberhasilan prosedur pemasangan implan gigi.
– Meningkatkan resiko berkembangnya kanker mulut.

Periodontal-Disease

Merokok, menyebabkan terganggunya aktivitas sel imun, sehingga ketika plak dan karang gigi menempel di permukaan gigi yang dekat dengan gusi, bakteri akan dengan mudah masuk kedalam gusi. Bakteri tersebut kemudian dengan bebas merusak tulang, membuat tulang menjadi turun dan semakin rendah. Bila sudah demikian, maka selanjutnya yang terjadi adalah kegoyangan gigi karena sudah tidak lagi ditopang oleh tulang.

Merokok juga mengganggu aktivitas sel – sel darah yang diperlukan untuk penyembuhan luka. Tindakan pencabutan gigi pada pasien merokok memiliki tingkat kesembuhan yang lebih rendah dibanding pasien yang bukan perokok. Merokok menggangu jalannya sel – sel darah yang sedang bekerja menutup luka, membuat luka kembali terbuka, lambat sembuh atau malah tidak sembuh sama sekali. Itulah mengapa setelah tindakan pencabutan dokter gigi selalu  menganjurkan pasiennya untuk tidak merokok minimal 3 – 5 hari paska tindakan.

 oralcancer2Kanker Mulut Akibat Merokok

 

Terlambatkah bila berhenti merokok sekarang?

Tidak ada kata terlambat untuk hal – hal yang baik. Dengan berhenti merokok, maka jaringan gusi akan mengalami perbaikan secara bertahap.

Tentu, tidak pulih dengan sendirinya, tetapi dengan bantuan dan pantauan dokter gigi. Seiring program berhenti merokok, sebaiknya lakukan kunjungan rutin ke dokter gigi untuk dilakukan perawatan gusi, sesuai indikasi. Terkadang dokter gigi juga memerlukan rontgen untuk mengetahui seberapa jauh kerusakan tulang rahang pada pasien. Dengan bekerja sama dengan dokter gigi umum maupun spesialis periodontik kerusakan tulang dan penyakit gusi yang terjadi bisa diatasi, meski pemulihanya tidak secepat pasien yang tidak merokok.

Harapan sembuh selalu ada, tinggal bagaimana kita menyikapinya.

Jauhi rokok, sayangi gigi dan mulut, sayangi paru – paru, dan terutama, sayangi keluarga anda.

Salam,

Healthy Teeth for Healthy Life. 😀

 

Referensi:

– http://www1.umn.edu/perio/tobacco/tobperio.html

– http://www.webmd.com/oral-health/guide/smoking-oral-health

– http://www.adelaide.edu.au/arcpoh/dperu/cpep/info/smoking.html