Blog Archives

Hari gini masih takut cabut gigi ??

Berbagai pertanyaan pasti sering muncul dikepala pasien yang akan menjalani pencabutan gigi. Rasa takut berlebihan juga seringkali menguasai pasien mulai dari rasa takut disuntik, rasa takut akan komplikasi serius yang terjadi setelah pencabutan, hingga rasa takut tanpa alasan yang mengganggu proses pencabutan.

PADAHAL,, para dokter gigi ditunjang dengan teknologi yang telah maju, membuat tindakan pencabutan gigi tidaklah semenakutkan seperti yang kita kira. Tindakan pencabutan gigi bukanlah sesuatu yang menyeramkan dengan resiko kematian. TETAPI, memang benar ada berbagai hal yang harus diperhatikan sebelum dan sesudah pencabutan gigi.

  extraction_steps
Apa sih pencabutan gigi itu?
Pencabutan gigi adalah dilepaskannya atau dicabutnya gigi geligi dari soket (tempat gigi) dalam tulang rahang.
Mengapa pencabutan gigi dilakukan?
Suatu gigi perlu dilakukan pencabutan dengan alasan sbb:
  • Gigi yang mengalami impaksi (gigi dengan posisi tertanam baik sebagian maupun seluruhnya didalam tulang dan jaringan gusi, yang mengganggu gigi didekatnya), dan tumbuhnya tidak dalam posisi normal (Miring).
  • Gigi yang mengalami karies (gigi berlubang) dan tidak dapat dilakukan penambalan lagi.
  • Gigi yang patah dan tidak bisa dilakukan penambalan maupun pembuatan crown.
  • Untuk mendapatkan ruangan dalam mulut sebelum atau selama proses meratakan gigi geligi (bracket/perawatan orthodontik)
  • dan lain – lain sesuai dengan indikasi dan pertimbangan dokter gigi.

 

Apa yang perlu diperhatikan sebelum pencabutan gigi?

Sebelum pencabutan gigi, dokter gigi akan menanyakan beberapa pertanyaan terkait dengan pilihan tindakan pencabutan gigi.

  • Penyakit sistemik seperti asma, diabetes mellitus, penyakit jantung, hepatitis, alergi, hipertensi, dll
  • Kondisi gigi yang akan dicabut apakah masih terasa sakit atau tidak, bengkak atau tidak, posisi gigi (tertanam, miring, sisa mahkota, ataupun sisa akar).

 

Pencabutan bisa saja ditunda, dikarenakan satu dan/atau beberapa hal, misalnya:

  • Infeksi, yang sedang menyebar dari gigi ke tulang. Dalam kondisi ini, infeksi harus dirawat/diatasi terlebih dahulu dengan pemberian antibiotik sebelum dilakukan pencabutan.
  • Jika pasien mengkonsumsi obat – obatan pengencer darah (antikoagulan) seperti dicumarol atau aspirin, maka biasanya diajurkan untuk menghentikan medikasi setidaknya tiga hari sebelum pencabutan. (*biasanya bekerjasama/merujuk kepada keputusan dokter umum yang merawat pasien tersebut).
  • Pasien yang mengalami prosedur berikut selama 6 bulan sebelumnya (penggantian katup janting, bedah jantung, atau penggantian sendi prosthetik akan diberikan antibiotik untuk meredakan resiko infeksi bakteri.
  • Pasien dengan penyakit sistemik yang tidak terkontrol, ataupun yang baru saja keluar dari perawatan intensif (rawat inap) dengan kondisi yang tidak memungkinkan untuk dilakukan pencabutan gigi.

local-anesthesia-mouth

Tindakan pencabutan gigi

  • Pencabutan gigi dilakukan dibawah anestesi lokal pada sebagian besar kasus. Sebuah alat yang dinamakan elevator digunakan untuk melonggarkan (luksasi) gigi dari tulang alveolar atau tulang rahang dengan merusak ligamen yang menahan gigi pada tempatnya.
  • Bila gigi belum sepenuhnya erupsi, maka dilakukan pengurangan gusi dan jaringan tulang disekitarnya terlebih dahulu untuk mendapatkan akses ke gigi. Setelah pencabutan, penyembuhan biasanya memerlukan waktu satu hingga dua minggu dan sedikit pembengkakan atau perdarahan dianggap normal pada 24 jam pertama setelah pencabutan.
  • Penting untuk mencegah blood clot (bekuan darah) terlepas  dari luka pencabutan. Jika hal ini terjadi, disebut dengan dry socket (suatu kondisi yang menyebabkan rasa sakit hebat dimana blood clot tidak sepenuhnya mengisi soket). Dry socket meninggalkan tulang dibawahnya terbuka sehingga mudah terpapar dengan udara dan sisa makanan. Hal ini bisa menyebabkan infeksi serius.

 

exo tools

 

Hal – hal yang perlu diperhatikan setelah pencabutan

  • Aspek penting yang perlu diperhatikan adalah pembentukan clot (gumpalan) darah dalam daerah pencabutan.
  • Gigit kapas/tampon kurang lebih 1 jam setelah pencabutan.
  • Pasien dilarang merokok selama minimal 3 hari, dan hanya makan makanan lunak
  • Pasien dilarang berkumur terlalu keras, dan dilarang makan makanan lengket dan keras
  • Pasien harus menjaga kebersihan mulut terutama didaerah bekas pencabutan
  • Pasien dilarang makan/minum panas, sebaiknya kompres dingin pipi bagian daerah pencabutan untuk mengurangi pembengkakan
  • Obat – obatan yang diberikan sesuai indikasi harus diminum sesuai anjuran dokter.
  • Bila perlu, kontrol satu minggu setelah pencabutan, kembali ke dokter gigi untuk memastikan penyembuhan berjalan dengan baik.
Do’s and Dont’s After a Tooth Extraction

 

Sekarang, pencabutan tak lagi menyeramkan. Semua bisa dikomunikasikan dengan dokter gigi anda. Proses anestesi pun jadi lebih menyenangkan karena ada beberapa tipe anestesi yang bisa anda pilih, baik konvensional + topikal, maupun sitojet + topikal. Untuk lebih jelasnya silahkan hubungi dokter gigi anda.

 

Salam sehat,

Healthy Teeth for Healthy Life.

 

Advertisements