Lebih baik mencegah drpd mengobati,, cegah KANKER SERVIKS dg VAKSIN, sekarang!! *info vaksin: drg.diba (LINE)

View on Path

Advertisements

Serunya kembali ke kampus.. ini geng yg rabu ruamenya ampun.. blm yg hari lain.. msh pada smgt soalnya br puteran awal.. ganbatte guys!!! – with Anindito

View on Path

KARANG GIGI itu tak seindah KARANG LAUT…

Jika anda senang dengan pemandangan bawah laut yang indah dengan terumbu karangnya, maka anda takkan pernah senang dengan “terumbu karang” yang satu ini: KARANG GIGI. Selain warnanya yang kuning hingga kehitaman, karang gigi yang keras ini juga bisa membuat kondisi gigi dan mulut anda menjadi buruk, mulai dari bau mulut, hingga gigi goyang. Mengapa?? Mari kita bahas lebih lanjut…

general-05-031

Karang gigi, atau istilahnya kalkulus, adalah deposit keras yang dibentuk oleh mineralisasi plak gigi. Berdasarkan letaknya, kalkulus ini dibagi menjadi dua yaitu kalkulus supragingiva (diatas gusi) dan kalkulus subgingiva (dibawah gusi). Kalkulus awalnya terbentuk di permukaan gigi bagian leher gigi, kemudian bisa menutupi hingga ke seluruh permukaan gigi, atau bahkan masuk sampai kedalam kantung gusi, bila kebiasaan menyikat giginya buruk, atau mengunyah di satu sisi.

Kalkulus merupakan plak yang mengeras. Plak adalah suatu zat lunak yang mengandung mikroorganisme yang melekat erat pada permukaan gigi, gusi, gigi palsu lepasan, dan tambalan gigi. Plak biasanya mulai mengeras menjadi kalkulus setelah 1-2 hari pada gigi yang tidak dibersihkan. Plak dapat dibersihkan dengan menyikat gigi, sedangkan kalkulus tidak. Sehingga bila sudah terbentuk kalkulus, diperlukan perawatan pembersihan kalkulus oleh dokter gigi (scaling).

Kalkulus mengandung sejumlah bakteri merugikan seperti: S. sanguis dan P. gingivalis. Bakteri tersebut yang kemudian menyebabkan terjadinya radang gusi dan penyakit periodontal. Seringkali pasien yang memiliki kalkulus datang dengan keluhan gusi mudah berdarah terutama ketika menyikat gigi. Hal ini bisa menjadi tanda adanya radang pada gusi. Tanda lainnya yaitu gusi merah, bengkak, tekadang ada rasa gatal pada gusi tanpa adanya pembengkakan. Tingkat keparahannya bermacam-macam tergantung dari lamanya invasi bakteri kedalam gusi.

Bila kondisi tersebut dibiarkan maka tulang rahang dibawah gusi, yang berperan sebagai penopang gigi akan mengalami kerusakan. Bila tulang sudah mulai mengalami kerusakan, biasanya akan diikuti oleh kegoyangan gigi akibat tidak cukupnya kekuatan tulang rahang menopang gigi. Bila hal ini sudah terjadi, maka bukan hanya scaling (pembersihan kalkulus) yang diperlukan, tetapi juga pembersihan luar akar (root planing) dan/atau pembersihan bagian dalam gusi (kuretase). Bahkan, bila kondisi tulang sudah parah dan benar-benar rendah, diperlukan tindakan pembedahan/cangkok tulang rahang (bone graft).

Begitulah rentetan aksi karang gigi yang diam-diam menghanyutkan, bahkan sampai menyebabkan gigi tidak dapat dipertahankan dan perlu dicabut. Oleh karena itu, biasakan rutin ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali untuk menjalani pembersihan karang gigi (scaling). Kemudian, biasakan pola menyikat gigi yang baik dan benar, dengan tehnik yang benar, dan pemilihan sikat gigi dan pasta gigi sesuai kebutuhan.

Ingat, jangan sungkan untuk bertanya sejeleas-jelasnya kepada dokter gigi anda, sehingga anda bisa memiliki gigi dan gusi yang sehat, bebas karang gigi.

 

Salam,

Healthy Teeth for Healthy Life.

Minuman Bersoda: Dahaga Hilang, Erosi Gigi Datang

Seringkali kita lihat iklan minuman bersoda di televisi yang menggugah selera. Apalagi ketika cuaca sedang terik, hmmm rasanya nikmat ya meneguk minuman dingin bersoda, atau minuman segar berenergi seperti di iklan – iklan itu. Kemudian, lama kelamaan menjadi kebiasaan kita untuk mengkonsumsi minuman tersebut setiap hari. 

Tapi, tahukan anda bahwa minuman – minuman tersebut dapat mempengaruhi kekuatan email gigi anda???

 Image

Menurut penelitian yang dilakukan di berbagai negara, minuman bersoda, minuman olahraga, dan minuman berenergi dengan berbagai merknya memiliki kandungan yang dapat membuat email gigi kita melunak. Kandungan seperti asam sitrat dan asam fosfat dapat membuat kekuatan email gigi kita berkurang, sehingga gigi menjadi mudah berlubang atau rapuh dan mudah terkikis.

Image Image 

Kondisi tersebut namanya erosi gigi, yaitu kehilangan beberapa bagian permukaan gigi oleh karena proses kimia seperti larutan yang bersifat asam. Meski banyak faktor yang dapat menyebabkan proses erosi gigi, namun sebagian besar penyebabnya adalah karena konsumsi minuman asam dalam waktu lama dan sering.

Minuman bersoda, minuman olahraga dan minuman bernergi yang telah diteliti tersebut ternyata mengandung pH yang asam berkisar antara 2.5 – 3.7, sehingga bila minuman tersebut merendam gigi kita dalam jangka waktu yang lama dan frekuensi yang sering, maka otomatis email gigi kita akan larut.

Image

Saliva atau air ludah kita memiliki pH normal berkisar antara 5.6 – 7.9, hal inilah yang dapat mempertahankan kondisi struktur email tetap sehat dan kuat. Saliva bertugas sebagai buffer atau penyeimbang pH dalam rongga mulut sekaligus sebagai self-cleansing. Meskipun saliva kita bisa mengembalikan pH rongga mulut, namun bila tingkat konsumsi minuman yang mengandung asam tersebut lebih sering dan dalam jangka waktu lama, maka pH dalam mulut kita akan menurun, dan bila hal ini dibiarkan terus menerus maka akan terjadi erosi gigi.

Tidak hanya gigi dewasa, tetapi gigi anak – anak justru lebih rentan mengalami erosi gigi ini karena struktur gigi sulung yang lebih kecil dan tipis daripada gigi tetap. Selain email gigi, ternyata minuman tersebut juga dapat menurunkan kekuatan tambalan gigi terutama tambalan sewarna gigi. Lapisan tambalan secara bertahap akan larut dengan lepasnya beberapa struktur dan ikatan tambalan, sehingga lama kelamaan tambalan bisa mengalami kebocoran.

 

Berikut cara mencegah dan mengatasi erosi gigi

– Kurangi asupan minuman dengan pH asam seperti minuman bersoda, minuman olahraga, dan minuman berenergi

– Perbanyak konsumsi air putih, minimal dg kadar pH 7.0

– Jangan langsung menyikat gigi persis setelah minum dan makan yang asam. Karena dengan kondisi pH rendah, email menjadi lunak dan akan lebih mudah terkikis bila digosok dengan sikat gigi. Sebaiknya tunggu minimal 30 menit untuk mengembalikan pH mendekati normal.

– Kunjungi dokter gigi anda, dan mintalah untuk dilakukan perawatan aplikasi fluoride sesuai dengan tingkat keparahan erosi gigi. Bila perlu, gigi yang telah mengalami erosi dapat dilakukan penambalan.

– Rutin kontrol ke dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali.

– Gunakan pasta gigi berfluoride ketika menyikat gigi 2 kali sehari pagi dan malam hari.

Image

*Perlu diingat pula, bahwa selain gigi, tubuh kita pun memiliki pH normal berkisar antara 6.0 – 7.0 sehingga, penting sekali untuk memperhatikan asupan makan dan minum harian kita. Ketika tubuh lebih banyak mendapat asupan asam, maka akan timbul berbagai masalah kesehatan tidak hanya pada gigi, tapi pada berbagai organ tubuh kita.

Image

Salam,

Healthy Teeth for Healthy Life.

 

Sumber:

–       Al-Jobair, Asma, 2010. The Effect Of Repeated Applications Of Enamel Surface Treatment On In-Vitro Bovine Enamel Hardness After Multiple Exposures To Cola Drink. Pakistan Oral & Dental Journal Vol 30, No. 1.

–       Attin, T. et al. 2005. Impact of modified acidic soft drinks on enamel erosion. Oral Diseases 11, 7–12 Blackwell Munksgaard.

–       Erdemir, Ugur, et al. 2012. Surface Hardness of Different Restorative Materials After Long Term Immersion in Sports and Energy Drinks. Dental Material Journal; 31 (5): 729-736. 

Gigi Susu Anak Anda “Reges”?

Beberapa waktu yang lalu, saya mengikuti kegiatan bakti sosial bersama tim KIMMI (Komunitas Mitra Medis Indonesia) di daerah Plumpang, Jakarta Utara. Waktu itu saya bertugas memberikan penyuluhan kpd para orang tua murid disana. Setelah penyuluhan selesai, masuk sesi tanya jawab. Ketika itu saya mendapat pertanyaan “Dok, mengapa gigi depan atas anak saya yang berusia 4 tahun reges ya dok??”. Spontan saya tersenyum mendengar kata “reges”. Ketika saya tanyakan pada orang tua tersebut, “Bu, apakah si anak seringkali dibiarkan tidur sambil minum susu botol?”, Ibu tersebut mengiyakan pertanyaan saya.

Ya, istilah “reges” seringkali disebut oleh orang tua yang anaknya mengalami karies pada gigi depan atasnya. Secara klinis, nampak gigi susu depan atas anak berwarna cokelat hingga kehitaman dengan bentuk mahkota yang hampir habis. Sebenarnya, istilah “reges” itu adalah “Nursing Bottle Caries” atau “Baby Bottle Tooth Decay” atau “Karies Botol Susu”. Mengapa? Berikut penjelasannya:

Baby Bottle Decay

Penyebab Nursing Bottle Caries (Karies Botol Susu)

Seringkali, agar anak lebih mudah tidur, Ibu memberikan susu botol pada anaknya, dan tetap dibiarkan hingga si anak tertidur pulas. Sayangnya kebiasaan inilah yang menyebabkan gigi anak rusak. Ketika anak menghisap botol susunya selama ia tidur, maka gigi depan atasnya akan terendam susu sehingga akan lebih cepat mengalami karies (gigi berlubang). Cairan yang mengandung gula seperti susu, sirup, teh manis, jus buah dg tambahan gula dapat memberikan lingkungan yang baik untuk perkembangan mikroorganisme penyebab karies. Selain itu, berkurangnya aliran saliva (air ludah) pada saat tidur juga meningkatkan proses terjadinya karies.

Pada umumnya, karies botol susu ini terjadi pada anak usia antara 2-4 tahun. Awalnya, gigi depan atas mulai nampak kuning kecokelatan, kemudian bila dibiarkan akan terus menjadi cokelat kehitaman dan kemudian akan habis mahkotanya, dan meninggalkan sisa akar kehitaman pada gusi bagian depan atasnya. Itulah yang seringkali disebut “reges”. Gigi lainnya juga rentan terkena karies yaitu gigi geraham sulung atas dan bawah hingga gigi taring bawah (caninus). Gigi depan bawah biasanya jarang sekali mengalami karies jenis ini karena posisinya yang terlindungi oleh lidah ketika anak menghisap botol susu.

1

Bagaimana cara mencegahnya?

1. Hentikan kebiasaan anak menghisap botol berisi susu atau cairan mengandung gula lainnya selama ia tidur.

Bila anak belum bisa dihentikan secara langsung, maka hentikan secara bertahap dengan menyelingi susu dengan air putih.

2. Mulai ajarkan kebiasaan menyikat gigi sebelum tidur, bila belum bisa, tidak perlu menggunakan pasta gigi terlebih dahulu.

Untuk anak yang lebih kecil, Ibu bisa membersihkan gigi susu anak dengan kasa yang dililitkan pada jari telunjuk dengan air hangat.

3. Bila anak sudah mulai terbiasa menyikat gigi, ajarkan penggunaan pasta gigi khusus anak secukupnya, sehingga gigi bisa terlapisi dengan fluoride.

4. Kenalkan dengan dokter gigi sejak dini, sehingga bisa mendapatkan perawatan dini pada gigi susu, seperti aplikasi fluoride di klinik gigi.

5. Ganti kebiasaan anak sebelum tidur dengan membacakan dongeng, atau beri ia reward/hadiah bila anak berhasil tidur tanpa menghisap botol susunya.

PKL 4

BIla anak sudah terlanjur mengalami karies botol susu, apa tindakan selanjutnya?

Tidak ada kata terlambat untuk sebuah kebaikan.

1. Tetap usahakan agar anak bisa menghentikan kebiasaannya menghisap botol susu. Akan lebih baik bila anak diajarkan minum di gelas.

2. Ajarkan cara menyikat gigi yang baik dan benar menggunakan pasta gigi berfluoride khusus anak-anak terutama sebelum tidur

3. Ajak anak ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan sesuai tingkat keparahan karies. Bila masih memungkinkan, bisa dilakukan penambalan.

4. Beri anak hadiah/pujian ketika ia berhasil menghentikan kebiasannya, dan ketika ia berani ke dokter gigi untuk dilakukan tindakan.

Yang perlu Ibu/Bapak ingat adalah, bahwa gigi susu penting sekali bagi anak. Gigi susu berfungsi untuk pengunyahan, fungsi bicara yang baik, estetik, dan yang terpenting adalah gigi susu diperlukan untuk jalan pertumbuhan bagi gigi tetapnya nanti. Pentingnya gigi susu telah saya bahas di posting sebelumnya.

Sekian mengenai gigi “reges” semoga bermanfaat.

Salam,

Healthy Teeth for Healthy Life.

Jangan Remehkan Gigi Susu!

Beberapa hari belakangan ini saya kedatangan pasien anak – anak dengan keluhan sakit gigi hebat. Pasien anak datang dalam kondisi menangis menahan sakit sambil memegangi pipinya. Ketika saya periksa ternyata kondisi gigi sudah berlubang, dalam, dan mengenai saraf/pulpa. Terang saja sakitnya bukan main. Anda orang tua yang sudah dewasa saja tidak tahan akan sakitnya gigi berlubang tersebut apalagi anak kecil? Sayang sekali bila gigi susu pada anak – anak usia dini telah mengalami karies/gigi berlubang. Padahal gigi susu yang seringkali dianggap remeh oleh para orang tua memiliki banyak fungsi dan peran yang sangat penting selama tumbuh kembang si kecil.

Biasanya, para orang tua tidak begitu memperhatikan kondisi gigi anak di usia dini yang sebagian besar masih gigi susu. Anggapan yang selama ini ada yaitu bahwa gigi susu toh nantinya akan tanggal dan digantikan oleh gigi tetap. Memang benar, bahwa gigi susu akan tanggal dan digantikan oleh gigi tetap, namun, bila gigi susu tidak dirawat dengan baik, maka akan terjadi kerusakan pada gigi susu yang juga akan mempengaruhi pertumbuhan gigi tetapnya. Berikut adalah fungsi gigi susu bagi anak:

1. Fungsi Pengunyahan

Keberadaan gigi susu yang sehat sangat diperlukan anak untuk pengunyahannya. Bila gigi anak berlubang dan sakit tentunya anak akan merasa malas untuk mengunyah dan malas makan. Tentu saja hal ini akan mempengaruhi tumbuh kembangnya bukan? Bila anak sudah tidak nafsu makan akibat giginya yang tidak sehat, lantas bagaimana ia akan tumbuh dan berkembang dengan baik?

2. Fungsi Estetik

Gigi susu sama pentingnya dengan gigi tetap. Terutama bagi anak yang sudah menginjak usia sekolah. Kala teman – temannya memiliki gigi putih bersih sehat, sedangkan dirinya memiliki gigi yang tidak sehat, maka ia akan merasa minder dan enggan bergaul dengan teman sebayanya. Gigi susu yang berlubang terutama di gigi depan baik atas maupun bawah akan mempengaruhi kepercayaan dirinya.

3. Fungsi Petunjuk Arah Pertumbuhan Gigi Tetap

Inilah peran terpenting gigi susu yang sangat berpengaruh terhadap gigi tetap. Gigi susu diciptakan untuk tumbuh terlebih dahulu dimaksudkan untuk menjadi petunjuk arah pertumbuhan gigi tetap. Gigi tetap yang akan tumbuh memerlukan jalan dan tempat yang sesuai, sehingga disini gigi susulah yang berperan sebagai penunjuk jalannya. Akar gigi susu akan terkikis dengan sendirinya oleh gigi tetap yang akan segera tumbuh. Kemudian, gigi susu akan mengalami kegoyangan alami karena akarnya yang sudah menipis dan akan tanggal sesuai dengan waktunya. Dengan proses itulah maka gigi tetap akan mendapatkan tempatnya menggantikan gigi susu dan tumbuh sesuai dengan tempatnya. Bila gigi susu telah tanggal sebelum gigi tetap mendekati akar gigi susu, maka gigi tetap akan kehilangan tempatnya untuk tumbuh dan inilah yang membuat gigi tetap menjadi berjejal atau tumbuh tidak beraturan.

Gigi susu sangat mungkin tanggal sebelum waktunya, yaitu akibat adanya karies/gigi berlubang yang besar dan atau dalam. Karena struktur gigi susu lebih kecil, sehingga bila terjadi karies yang besar/dalam akan lebih mudah mengalami kegoyangan dan mudah tanggal atau harus mengalami pencabutan dini. Kondisi ini tentu saja merugikan bagi gigi tetap karena ia akan kehilangan petunjuk arahnya. Selain itu, gigi susu yang tanggal sebelum waktunya juga akan mengganggu proses pengunyahan dan estetik bagi anak.

gigi sulung

primary1

Lantas apa yang mesti dilakukan untuk membuat gigi susu yang mungil ini tetap bersih dan sehat?

1. Menyikat gigi dua kali sehari

Mulai biasakan menyikat gigi dua kali sehari pada anak dengan tehnik dan cara yang benar. Mungkin akan nampak sulit pada awalnya untuk mengajarkan anak menyikat gigi. Hal ini bisa disiasati dengan aktivitas menyikat gigi bersama sambil menyanyi atau berakting. Bisa juga dengan memberikan reward/pujian/hadiah bila anak berhasil menyikat gigi selama 3 hari berturut turut. Dengan demikian anak akan merasa senang menyikat gigi terutama sebelum ia tidur.

kids brush teeth

2. Pola Makan Sehat

Anak – anak terutama usia dini biasanya sangat gemar makan makanan kariogenik atau makanan manis dan lengket yang mudah menyebabkan gigi berlubang. Mulailah ajari anak makan makanan berserat seperti buah dan sayur. Kombinasikan makanan sedemikian rupa sehingga anak merasa senang dan terbiasa makan buah dan sayur. Hindari kebiasaan minum susu menggunakan dot sebelum tidur karena gigi akan terendam dengan cairan susu tersebut selama ia tidur dan menyebabkan gigi berlubang di banyak gigi. Ajaklah anak untuk bangun dan menyikat gigi atau setidaknya kumur air putih hangat agar susu yang tersisa dalam mulut bisa segera larut.

3. Periksa ke dokter gigi rutin

Ajak anak pergi ke dokter gigi sejak dini. Jangan biasakan mengancam atau menghukum anak bila tidak nurut akan dibawa ke dokter gigi ya, karena dengan begitu dokter gigi akan menjadi momok menakutkan bagi anak. Berikan reward/pujian/hadiah bila ia mau pergi ke dokter gigi. Untuk anak dengan ketakutan yang tinggi, ajaklah anak ke dokter gigi yang memang sudah berpengalaman menangani pasien gigi anak atau dokter gigi spesialis gigi anak (Sp.KGA). Bila memang ada gigi anak yang berlubang, maka dukunglah ia dan berikan semangat agar mau dilakukan penambalan. Bila ada gigi yang sudah goyang atau gigi tetapnya akan segera tumbuh, maka berikan anak dukungan agar berani dan mau dilakukan pencabutan. Dengan dukungan dan semangat dari orang tua, tentu anak akan lebih senang pergi ke dokter gigi. Sehingga giginya bisa terus terkontrol pertumbuhannya.

drgspkga

Mulai sekarang, Ayah&Bunda perhatikan gigi anak anda ya. Karena kesehatan giginya adalah kebahagiaan anda juga bukan? Dan ingat, pertumbuhan dan perkembangan anak juga dipengaruhi oleh kesehatan giginya.

Salam,

Healthy Teeth for Healthy Life.

Si Bungsu Yang Mengganggu

Pernahkah anda merasakan sakit yang sangat mengganggu di bagian gigi paling belakang? Jika ya, maka anda harus berkenalan dengan gigi bungsu anda yaitu gigi geraham ketiga. Gigi geraham ketiga ini merupakan gigi yang paling terakhir tumbuh biasanya sekitar usia 16 – 21 tahun. Proses pertumbuhan gigi ini seringkali menimbulkan berbagai rasa sakit dan rasa tidak nyaman karena faktor berikut ini:

Wisdom-Impacted-Tooth

1. Impaksi

Biasanya gigi geraham ketiga terutama gigi geraham tiga bawah, cenderung mengalami kondisi impaksi, yaitu kondisi dimana gigi yang akan tumbuh secara normal tertahan/terhalang oleh gigi didekatnya atau jaringan diatasnya. Akibat tempat yang tersedia tidak cukup atau karena posisi benih gigi yang sudah miring sejak awal, maka gigi ini tidak bisa tumbuh sempurna dan terus menekan gigi sebelahnya sehingga menimbulkan rasa sakit. Terkadang rasa sakit menyebar hingga ke bagian kepala, leher bahkan bahu.

tms2

2. Operkulitis/Perikoronitis

Gigi yang tumbuh di sudut rahang ini membuat jaringan gusi yang menutupi mahkota gigi (operkulum) robek, sehingga membentuk celah/kantung yang terbuka dan memudahkan terperangkapnya sisa makanan disana. Sisa makanan yang sulit dibersihkan kemudian menyebabkan jaringan gusi tersebut menjadi radang dan membengkak akibat dari adanya aktivitas bakteri dan infeksi ini dikenal dengan operkulitis/perikoronitis. Kondisi ini bisa menjadi lebih parah akibat trauma tergigit oleh gigi geraham diatasnya.

Gejala operkulitis/perikoronitis bervariasi dari yang ringan dengan rasa sakit tumpul dan gejala yang hilang-timbul serta nafas berbau. Hingga yang berat dengan rasa sakit tajam atau berdenyut – denyut, kemerahan, bau mulut, pembengkakan gusi, dan adanya nanah dari ruang sekitar gusi yang membengkak tadi. Bila infeksi sangat berat, pasien bisa saja mengalami keterbatasan membuka mulut, sulit menelan, demam, dan lymphadenopathy.

pericoronitis-pericoronal-pouch-or-operculum1images

 

Apa yang harus dilakukan dengan gigi bungsu anda?

Bila anda pernah mengalami kondisi tersebut diatas, jangan panik!!

Penanganan pertama di rumah bisa dengan segera membersihkan daerah gigi geraham tiga tersebut dengan menyikat gigi perlahan, dan kemudian berkumurlah dengan air garam hangat. Atau, bila dirumah tersedia obat kumur yang mengandung bahan chlorhexidine gluconate, akan sangat membantu meredakan nyeri dan infeksi bakteri. Kemudian, segera temui dokter gigi anda untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Biasanya, untuk kondisi perikoronitis/operkulitis yang ringan hingga sedang, dokter gigi akan melakukan irigasi dan kuretase yaitu membersihkan jaringan tersebut dibantu dengan larutan antiseptik khusus untuk menekan jumlah bakteri. Kemudian, akan diberikan antibiotik dan analgesik. Kunjungan berikutnya, dokter gigi biasanya meminta pasien untuk membawa hasil rontgen gigi tersebut untuk menentukan rencana perawatannya. Apakah hanya dengan operkulektomi yaitu pemotongan bagian operkulum saja sudah cukup untuk mengatasi nyeri, ataukah memang harus melakukan pencabutan pada gigi impaksi tersebut. Bila posisi gigi tidak memungkinkan untuk tumbuh sempurna, biasanya dokter gigi akan menjadwalkan anda untuk dilakukan operasi/pencabutan gigi impaksi (odontektomi). Ikuti saran dokter gigi anda, agar rasa nyeri yang ditimbulkan si bungsu ini tidak kambuh kembali.

 

Salam,

Healthy teeth for healthy life.

Apa sih “Crown&Bridge” itu?

6 Langkah Mudah Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Tahukah anda bahwa kesehatan gigi dan mulut erat kaitannya dengan penyakit sistemik pada tubuh kita? Oleh karena itu penting sekali menjaga kesehatan gigi dan mulut kita setiap hari. Berikut langkah mudahnya:

1. Sikat gigi
a. Pilihlah sikat gigi dengan bulu sikat halus/lembut (soft), agar tidak melukai gusi dan tidak menyebabkan abrasi (aus) email gigi.
b. Pilihlah sikat gigi dengan ujung kepala sikat mengecil, untuk menjangkau gigi paling belakang yang seringkali terlewat ketika menyikat gigi. Bila perlu, bantu dengan sikat gigi anak – anak.
c. Menyikat gigi dengan cara dan waktu yang tepat. Menyikat gigi dua kali sehari yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Menyikat gigi dengan posisi sikat 450 ke arah gusi, dengan tekanan ringan dan perlahan. Disarankan agar tidak menekan atau menggosok gigi terlalu keras untuk menghindari gigi abrasi (aus), karena gigi yang abrasi (emailnya terkikis) akan menjadi gigi yang sensitif.
d. Jangan lupa untuk membersihkan lidah, baik menggunakan sikat gigi lembut maupun dengan alat pembersih lidah. Karena lidah juga merupakan tempat plak menempel.

2. Pasta gigi
a. Sesuaikan pasta gigi dengan kondisi gigi anda. Bila perlu, gunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif bila kondisi gigi anda rentan ngilu terhadap rangsang dingin. Yang pasti, gunakan pasta gigi berfluoride ya..
b. Gunakan pasta gigi secukupnya, yaitu hanya sebesar biji kacang tanah. Tidak perlu berlebihan dalam penggunaan pasta gigi.

3. Mouthwash/Obat kumur
a. Gunakan obat kumur sesuai dengan kebutuhan atau saran dari dokter gigi anda. Tidak semua obat kumur bisa digunakan setiap hari, karena bisa menyebabkan mulut kering dan berjamur. Tanyakan kepada dokter gigi anda, obat kumur apa yang cocok untuk kondisi gigi dan mulut anda.
b. Sebaiknya, gunakan obat kumur yang non-alkohol. Bila anda mengalami penyakit gusi, seperti gusi mudah berdarah, atau gusi bengkak, anda sebaiknya menggunakan obat kumur yang mengandung chlorhexidine gluconate, untuk membantu penyembuhannya. Tentunya, anda perlu ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan intesif pada gusi anda.

4. Dental floss/benang gigi
a. Gunakan benang gigi dengan cara yang tepat. Anda bisa minta dokter gigi anda untuk mengajari bagaimana penggunaannya. Hal ini terutama penting bagi anda yang memiliki gigi berjejal/crowding. Karena sikat gigi saja tidak dapat menjangkau sela-sela gigi anda yang berdempetan.
b. Gunakan benang gigi sebagai pengganti tusuk gigi. Karena, penggunaan tusuk gigi yang tidak tepat malah akan menambah masuknya sisa makanan kedalam kantung gusi sehingga dapat menyebabkan gusi meradang.

5. Kontrol rutin
a. Jangan sungkan dan malas pergi ke dokter gigi minimal setiap 6 bulan sekali. Penting untuk melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi, yaitu untuk mencegah secara dini berbagai gangguan dan masalah kesehatan gigi dan mulut. Beberapa tindakan rutin yang perlu anda dapatkan ketika pemeriksaan rutin yaitu:
i. Scaling atau pembersihan karang gigi
ii. Penambalan gigi, bila didapatkan adanya karies/gigi berlubang pada pemeriksaan rutin. Jangan tunda penambalan gigi dengan alasan lubang gigi masih dangkal. Justru sebelum lubang gigi anda bertambah dalam, maka mintalah dokter gigi untuk menambalnya, atau bila perlu melakukan pit&fissure sealant atau aplikasi fluor untuk mencegah merembetnya karies.
iii. Pencabutan, bila memang dinyatakan oleh dokter gigi masih terdapat sisa akar atau gigi yang sudah tidak bisa dipertahankan lagi didalam mulut. Gigi yang sudah keropos dan tidak bisa dipertahankan,dan/atau sisa akar, jangan dibiarkan dalam mulut karena merupakan sumber infeksi dan bau mulut.
iv. Perawatan gusi dan perawatan saluran akar sesuai indikasi.

b. Jangan sungkan untuk bertanya bagaimana tingkat kebersihan gigi dan mulut anda pada dokter gigi. Mintalah dokter gigi anda untuk menjelaskan kondisi kesehatan gigi dan mulut anda dan rencana perawatan kedepan yang perlu dilakukan.

6. Makanan&Minuman
a. Makanlah makanan yang tinggi serat. Pasalnya, makanan yang mengandung tinggi serat sangat baik untuk membantu air liur anda membersihkan gigi anda (self cleansing). Makanan yang tinggi serat contohnya buah – buahan seperti apel dan berbagai sayuran hijau. Tentu saja, buah dan sayuran hijau dimakan dengan cara dikunyah ya, jangan dibuat jus.
b. Perbanyaklah minum air putih. Karena air putih juga dapat membantu meningkatkan fungsi air liur sebagai self cleansing bagi gigi dan mulut anda. Dengan adanya self cleansing ini, dapat membantu menurunkan tingkat perlekatan plak dalam gigi yang dapat terbentuk setiap menitnya.

Wow, ternyata cukup mudah ya merawat kesehatan gigi dan mulut. Bila gigi dan mulut anda sehat, tentunya anda akan lebih percaya diri. Selain itu, kesehatan tubuh anda yang lainnya pun akan ikut terjaga. Karena kesehatan gigi dan mulut anda ikut menentukan kesehatan tubuh anda.

Salam,
Healthy teeth for healthy life!

Manfaat Teh Hitam Bagi Kesehatan Gigi

Tim dari University of Illinois College of Dentistry, zat yang terkandung dalam teh hitam mampu melawan bakteri di dalam mulut penyebab penyakit gusi dan karies (gigi berlubang). Teh hitam ini memiliki kemampuan membunuh dan menekan pertumbuhan dan produksi asam dari bakteri penyebab karies dalam plak gigi. Teh ini mempengaruhi enzim bakteri glucosyltransferase yang berperan mengubah gula menjadi “bahan lengket” yang digunakan plak untuk menempel pada gigi. Paparan teh hitam mampu membuat beberapa enzim bakteri kehilangan kemampuannya untuk menyatu dengan bakteri lain dalam plak. Dengan kata lain, teh hitam bisa mengurangi kuantitas atau jumlah plak gigi dalam mulut kita. The British Dental Association menyatakan, teh hitam dan teh hijau dapat membantu melawan penumpukan plak pada gigi. Suatu studi menunjukkan, sukarelawan yang diminta berkumur dengan teh hitam selama 30 detik, 5 kali dengan jeda waktu 3 menit dapat menghentikan pertumbuhan dan produksi bakteri plak dalam mulut. Teh hitam tetap harus dibantu dengan perawatan gigi lainnya untuk mendapatkan hasil yang optimal. Jadi, kalau ingin memiliki gigi sehat, gantilah minuman ringan anda yang merusak gigi dengan secangkir teh hitam/teh hijau karena kandungan asam dalam minuman ringan hanya akan menyebabkan erosi pada email gigi kita.

(dilansir dari http://female.kompas.com/read/2010/04/27/14424928/Teh.Hitam.Baik.untuk.Gigi)