Category Archives: Uncategorized

Dental Retainer

Assalamualaikum wr. wb.,

Wah sudah lama sekali saya tak menulis blog ini.. jadi rindu rasanya.. Bagaimana kabarnya teman – teman semua? Semoga selalu sehat terutama gigi dan mulutnya selalu sehat dan fresh yaa aamiin..

Kasus terakhir yang saya kerjakan kemarin adalah pemasangan retainer,, selepas menggunakan kawat gigi, pasien saya anjurkan untuk memakai retainer minimal selama setahun pertama setelah dilepasnya kawat gigi. Berangkat dari sana saya jadi ingin berbagi mengenai dental retainer.

Dental retainer atau yang dikenal dengan retainer, merupakan suatu alat yang digunakan pada gigi pasien setelah dilepasnya kawat gigi. Retainer bertujuan untuk mencegah relapse, untuk stabilisasi gigi dan mempertahankan posisi gigi setelah dilepasnya kawat gigi.

Retainer memiliki beragam jenis, terbagi dua yaitu retainer lepasan dan retainer cekat.

I. Retainer Lepasan

Retainer lepasan merupakan retainer yang dapat dilepas dan dipasang oleh pasien sendiri. Retainer lepasan memiliki dua tipe, yaitu Retainer lepasan bening (clear plastic retainer) dan Retainer akrilik (Hawley Retainer). Masing masing retainer tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan. Pemilihan retainer dapat diputuskan bersama antara dokter gigi dan pasiennya tergantung indikasi dan kenyamanan pasien. Retainer bening tentunya lebih estetis karena tidak ada bagian kawat lurus di bagian depannya (dapat dilihat di foto). Namun demikian, kedua retainer lepasan ini memiliki keuntungan yang sangat baik terkait dengan kebersihan gigi dan mulut pasien. Karena dapat dilepas, maka akan memudahkan pasien ketika menyikat gigi maupun menggunakan dental floss. Tentunya, radang gusi dapat dicegah.

retainer type

II. Retainer Cekat

Retainer cekat merupakan retainer yang dipasang dibagian dalam gigi depan pasien baik di gigi atas maupun bawah. retainer cekat tidak bisa dilepas oleh pasien karena direkatkan ke gigi menggunakan lem khusus. Keuntungan retainer cekat yaitu lebih estetik karena sama sekali tidak terlihat dari depan. Tidak seperti retainer lepasan, pasien pun tidak repot melepas retainer ketika sedang makan. Namun demikian, kekurangan retainer cekat ini yaitu butuh ketelitian ekstra dari pasien ketika membersihkan gigi. Menyikat gigi pun perlu cermat karena seringkali plak menempel pada retainer dan tidak tersikat oleh sikat gigi. Oleh karena itu, bila diputuskan untuk menggunakan retainer cekat, pasien harus rajin kembali kontrol ke dokter gigi untuk membersihkan karang gigi dan memperhatikan gusi di sekitar daerah pemasangan retainer, agar dapat mencegah terjadinya radang gusi.

Dari ketiga retainer diatas, saya tidak menjagokan salah satunya. Karena ketiganya dapat dipakai oleh pasien. Hanya, harus cermat dan teliti dalam memilihnya, dikondisikan dengan keadaan pasien, sehingga retainer dapat terus optimal berfungsi sebagai pencegah relapse pasca pemasangan kawat gigi.

Sekian dulu untuk hari ini, semoga bermanfaat untuk kita semua.

Wassalamualaikum wr. wb.,

Healthy Teeth for Healthy Life.

 

Advertisements

Nahh,, masih berani sahabatan sama rokok?? Hehehehe

View on Path

Lebih baik mencegah drpd mengobati,, cegah KANKER SERVIKS dg VAKSIN, sekarang!! *info vaksin: drg.diba (LINE)

View on Path

Serunya kembali ke kampus.. ini geng yg rabu ruamenya ampun.. blm yg hari lain.. msh pada smgt soalnya br puteran awal.. ganbatte guys!!! – with Anindito

View on Path

Minuman Bersoda: Dahaga Hilang, Erosi Gigi Datang

Seringkali kita lihat iklan minuman bersoda di televisi yang menggugah selera. Apalagi ketika cuaca sedang terik, hmmm rasanya nikmat ya meneguk minuman dingin bersoda, atau minuman segar berenergi seperti di iklan – iklan itu. Kemudian, lama kelamaan menjadi kebiasaan kita untuk mengkonsumsi minuman tersebut setiap hari. 

Tapi, tahukan anda bahwa minuman – minuman tersebut dapat mempengaruhi kekuatan email gigi anda???

 Image

Menurut penelitian yang dilakukan di berbagai negara, minuman bersoda, minuman olahraga, dan minuman berenergi dengan berbagai merknya memiliki kandungan yang dapat membuat email gigi kita melunak. Kandungan seperti asam sitrat dan asam fosfat dapat membuat kekuatan email gigi kita berkurang, sehingga gigi menjadi mudah berlubang atau rapuh dan mudah terkikis.

Image Image 

Kondisi tersebut namanya erosi gigi, yaitu kehilangan beberapa bagian permukaan gigi oleh karena proses kimia seperti larutan yang bersifat asam. Meski banyak faktor yang dapat menyebabkan proses erosi gigi, namun sebagian besar penyebabnya adalah karena konsumsi minuman asam dalam waktu lama dan sering.

Minuman bersoda, minuman olahraga dan minuman bernergi yang telah diteliti tersebut ternyata mengandung pH yang asam berkisar antara 2.5 – 3.7, sehingga bila minuman tersebut merendam gigi kita dalam jangka waktu yang lama dan frekuensi yang sering, maka otomatis email gigi kita akan larut.

Image

Saliva atau air ludah kita memiliki pH normal berkisar antara 5.6 – 7.9, hal inilah yang dapat mempertahankan kondisi struktur email tetap sehat dan kuat. Saliva bertugas sebagai buffer atau penyeimbang pH dalam rongga mulut sekaligus sebagai self-cleansing. Meskipun saliva kita bisa mengembalikan pH rongga mulut, namun bila tingkat konsumsi minuman yang mengandung asam tersebut lebih sering dan dalam jangka waktu lama, maka pH dalam mulut kita akan menurun, dan bila hal ini dibiarkan terus menerus maka akan terjadi erosi gigi.

Tidak hanya gigi dewasa, tetapi gigi anak – anak justru lebih rentan mengalami erosi gigi ini karena struktur gigi sulung yang lebih kecil dan tipis daripada gigi tetap. Selain email gigi, ternyata minuman tersebut juga dapat menurunkan kekuatan tambalan gigi terutama tambalan sewarna gigi. Lapisan tambalan secara bertahap akan larut dengan lepasnya beberapa struktur dan ikatan tambalan, sehingga lama kelamaan tambalan bisa mengalami kebocoran.

 

Berikut cara mencegah dan mengatasi erosi gigi

– Kurangi asupan minuman dengan pH asam seperti minuman bersoda, minuman olahraga, dan minuman berenergi

– Perbanyak konsumsi air putih, minimal dg kadar pH 7.0

– Jangan langsung menyikat gigi persis setelah minum dan makan yang asam. Karena dengan kondisi pH rendah, email menjadi lunak dan akan lebih mudah terkikis bila digosok dengan sikat gigi. Sebaiknya tunggu minimal 30 menit untuk mengembalikan pH mendekati normal.

– Kunjungi dokter gigi anda, dan mintalah untuk dilakukan perawatan aplikasi fluoride sesuai dengan tingkat keparahan erosi gigi. Bila perlu, gigi yang telah mengalami erosi dapat dilakukan penambalan.

– Rutin kontrol ke dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali.

– Gunakan pasta gigi berfluoride ketika menyikat gigi 2 kali sehari pagi dan malam hari.

Image

*Perlu diingat pula, bahwa selain gigi, tubuh kita pun memiliki pH normal berkisar antara 6.0 – 7.0 sehingga, penting sekali untuk memperhatikan asupan makan dan minum harian kita. Ketika tubuh lebih banyak mendapat asupan asam, maka akan timbul berbagai masalah kesehatan tidak hanya pada gigi, tapi pada berbagai organ tubuh kita.

Image

Salam,

Healthy Teeth for Healthy Life.

 

Sumber:

–       Al-Jobair, Asma, 2010. The Effect Of Repeated Applications Of Enamel Surface Treatment On In-Vitro Bovine Enamel Hardness After Multiple Exposures To Cola Drink. Pakistan Oral & Dental Journal Vol 30, No. 1.

–       Attin, T. et al. 2005. Impact of modified acidic soft drinks on enamel erosion. Oral Diseases 11, 7–12 Blackwell Munksgaard.

–       Erdemir, Ugur, et al. 2012. Surface Hardness of Different Restorative Materials After Long Term Immersion in Sports and Energy Drinks. Dental Material Journal; 31 (5): 729-736.