Category Archives: Mengenal Gigi Lebih Dekat

Bayi Lahir Prematur dan Bayi Berat Lahir Rendah akibat Penyakit Gusi pada Ibu

Seringkali kita mendengar seorang ibu yang sedang mengandung mengeluhkan gusinya sakit, bengkak, mudah berdarah. Lalu kemudian bertanya kepada tetangga atau temannya apakah boleh pergi berobat ke dokter gigi, lantas kebanyakan jawabannya adalah TIDAK. Ibu hamil dilarang pergi ke dokter gigi.

Salah kaprah ini masih banyak terjadi di Indonesia. Kondisi gigi dan gusi ibu hamil tidak seperti layaknya wanita pada umumnya. Kondisi gusi terutama, sangat rentan mengalami penyakit. Gusi merah, bengkak, mudah berdarah. Hal ini biasa terjadi pada ibu hamil dan disebut dengan gingivitis gravidarum. Radang gusi akibat kehamilan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pengaruh hormonal.

Pada trisemester pertama, ibu biasanya mengalami gejala mual muntah, sehingga tindakan menyikat gigi menjadi terganggu. Hal in kemudian menyebabkan kebersihan gigi dan mulut menurun drastis. Menumpuknya plak dan karang gigi menyebabkan kondisi gusi ibu hamil memburuk.

Menurut penelitian, penyakit gusi atau gingivitis gravidarum dan/atau periodontitis ini mengandung banyak sekali bakteri. Salah satunya adalah bakteri gram negatif yaitu P. gingivalis. Bakteri ini dapat menembus ke dalam plasenta. Kondisi ini membuat kehamilan menjadi beresiko.

Kelahiran prematur didefinisikan sebagai kelahiran dibawah 37 minggu. Menurut penelitian, kelahiran prematur ini banyak terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Sebagian besar ibu yang melahirkan bayi prematur memiliki kondisi gusi yang buruk. Meski tidak semua kelahiran prematur disebabkan oleh penyakit gusi pada ibu, tetapi kondisi gusi ibu sangat mempengaruhi kelahiran prematur.

Bayi dengan berat lahir rendah disebutkan kurang dari 2500gr. Menurut penelitian, hal ini juga dipengaruhi oleh kondisi gusi sang ibu ketika mengandung. Banyaknya bakteri pada penyakit gusi yang ada pada ibu hamil ini dapat diatasi dengan tindakan kebersihan gigi dan mulut yang baik dan benar.

Menyikat gigi dua kali sehari, dan perbanyak makan buah dan sayur sehingga gigi lebih sering digunakan untuk mengunyah. Dengan mengunyah, maka self cleansing menjadi lebih baik. Kemudian kunjungi dokter gigi pada trisemester kedua untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh pada gusi dan gigi. Tidak lupa untuk meminta dokter gigi membersihkan karang gigi yang ada, dan menambal gigi yang berlubang. Perbanyak minum air putih dan gunakan obat kumur khusus untuk gusi bila perlu.

Dengan menjaga kondisi gigi dan mulut tetap sehat, diharapkan dapat menurunkan resiko kelahiran bayi prematur dan/atau bayi berat lahir rendah. Segera konsultasikan gigi dan gusi anda pada dokter gigi kesayangan anda.

 

Salam,

Healthy Teeth for Healthy Life.

 

References:

  • Association of pregnant women periodontal status to preterm and low-birth weight babies: A systematic and evidence-based review. Dent Res J (Isfahan). 2012 Jul-Aug; 9(4): 368–380.
  • Relationship between periodontal diseases and preterm birth: Recent epidemiological and biological data. Int J Appl Basic Med Res. 2015 Jan-Apr; 5(1): 2–6.

  • Systemic Diseases Caused by Oral Infection. CLINICAL MICROBIOLOGY REVIEWS, Oct. 2000, p. 547–558.

 

Kok gusiku berdarah saat menyikat gigi ya??

Pernahkah anda mengalami gusi berdarah saat menyikat gigi? Jika ya, coba perhatikan kapan anda terakhir membersihkan karang gigi? Perhatikan pula gusi anda, apakah kemerahan? Sedikit bengkak? Terasa agak gatal? Ada sensasi tertentu ketika gusi disentuh?

Nah nah.. hati – hati radang gusi ya..

Gusi yang sehat itu berwarna merah muda (pink), konsistensi kenyal (tidak lembek ataupun keras), dengan ujung – ujung interdental yang lancip. Bila terdapat plak atau karang gigi yang mengandung bakteri, maka bakteri akan mengganggu kondisi gusi sehingga menyebabkan peradangan.

Gejala radang gusi antara lain gusi merah, sedikit bengkak, mudah berdarah meski dengan sentuhan ringan saja, ujung – ujung gusi (interdental) menjadi tumpul. Radang gusi awal ini biasa disebut dengan gingivitis. Tampak ringan dan biasanya penderita belum menyadari bahwa gusinya bermasalah.

Tahap lebih lanjut yaitu bakteri pada penyakit radang gusi ini yang bersifat anaerob (tidak suka oksigen) akan melanjutkan aktivitasnya masuk kedalam gusi, membuat kantung patologis (poket) pada gusi, merusak serat – serat gusi (ligament periodontal) yang melekatkan gigi ke tulang. Bila sudah mencapai tahap ini, biasanya gusi sudah tidak mudah berdarah, namun ada sensasi tertentu ketika gigi digunakan untuk mengunyah, atau ketika gusi ditekan. Seperti sensasi gatal, atau nyaman bila ditekan – tekan. Kondisi lanjut ini biasanya disebut periodontitis.

Periodontitis ini memiliki beberapa tahap, dimana tahap beratnya adalah mulai rusaknya tulang oleh bakteri. Bila bakteri sudah mulai merusak tulang, dan kemudian dibiarkan, maka yang terjadi adalah kegoyangan gigi. Karena tulang sudah tak mampu lagi menahan gigi dalam posisinya, sehingga gigi akan goyang.

Penanganan radang gusi dilakukan sesuai tingkat keparahannya. Bila masih pada tahap awal (gingivitis) biasanya hanya diperlukan scaling (pembersihan karang gigi) dan dengan perubahan cara dan durasi sikat gigi. Pemeliharan kebersihan gigi dan mulut dirumah yang baik dan benar akan membantu pemulihan.

Bila sudah masuk pada tahap periodontitis awal, akan diperlukan tambahan penanganan yaitu kuretase. Disini, akan dibersihkan jaringan – jaringan mati dalam kantung gusi akibat aktivitas bakteri, sehingga diharapkan jaringan baru yang sehat akan terangsang untuk melakukan perbaikan dan kantung gusi kembali kearah normal.periodontal_disease

Namun, bilamana tingkat penyakit sudah lanjut, periodontitis berat dimana sudah terjadi kerusakan tulang, maka diperlukan pencangkokan tulang (bone graft). Disni biasanya diperlukan foto rontgen gigi untuk melihat seberapa parah tingkat kerusakan tulang. Terapi ini juga perlu diperhatikan bila pasien mengalami diabetes mellitus, karena prognosisnya yang sangat tergantung pada kadar gula darah pasien. Apakah terkontrol atau tidak.

Cara termudah untuk merawat gusi adalah dengan mencegah adanya karang gigi. Yaitu, dengan menyikat gigi dua kali sehari, 30 menit setelah sarapan pagi dan malam sebelum tidur. Kemudian kontrol ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali. Banyak minum air putih, untuk membantu melarutkan sisa makanan, dan membersihkan plak sehingga tidak mudah menempel pada gigi. Bila ada gigi yang berlubang, segera ditambal agar dapat melakukan pengunyahan di kedua sisi gigi. Mengapa? Karena dengan mengunyah di kedua sisi, akan membantu self cleansing dari air liur (saliva). Dengan mengunyah, diharapkan gigi berfungsi dengan baik, air liur mengalir dengan semestinya, dan membantu melarutkan plak sehingga tidak melekat erat pada gigi dan gusi.

Salam sehat,

Healthy Teeth for Healthy Life.

References:

Benarkah Merokok Dapat Mengganggu Kesehatan Gigi dan Mulut??

“Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin”

Slogan itulah yang umumnya menjadi pusat perhatian bagi masyarakat umum. Hampir tidak pernah ada slogan yang menyebutkan bahwa merokok juga menyebabkan gangguan kesehatan gigi dan mulut. Pasti anda bertanya, “memang bisa?”

Tentu saja bisa, dan sudah pasti iya. Penasaran? Jadi begini ceritanya,

cigar

Orang yang merokok memiliki karakteristik yang khas pada mulutnya, diantaranya:

Bau mulut yang khas
Perubahan warna gigi dari mulai kekuningan, cokelat, hingga bercak kehitaman.
– Bibir dan gusi yang berwarna kehitaman
– Mudah terbentuk plak dan karang gigi

smoker melanosisSmoker’s Melanosis (Pigmentasi Kehitaman akibat Merokok)

 

Rokok, dan segala kandungan didalamnya memang tidak secara langsung menyebabkan penyakit gigi dan mulut tetapi seiring berjalannya waktu, kebiasaan merokok dapat menyebabkan hal – hal berikut:

– Meningkatkan resiko penurunan tulang rahang
– Meningkatkan resko adanya leukoplakia, bercak putih didalam mulut
– Meningkatkan resiko penyakit gusi, dari yang ringan hingga berat menyebabkan gigi goyang dan tanggal
– Menyebabkan tertundanya proses penyembuhan setelah pencabutan gigi, perawatan gusi, atau bedah mulut
– Menurunkan tingkat keberhasilan prosedur pemasangan implan gigi.
– Meningkatkan resiko berkembangnya kanker mulut.

Periodontal-Disease

Merokok, menyebabkan terganggunya aktivitas sel imun, sehingga ketika plak dan karang gigi menempel di permukaan gigi yang dekat dengan gusi, bakteri akan dengan mudah masuk kedalam gusi. Bakteri tersebut kemudian dengan bebas merusak tulang, membuat tulang menjadi turun dan semakin rendah. Bila sudah demikian, maka selanjutnya yang terjadi adalah kegoyangan gigi karena sudah tidak lagi ditopang oleh tulang.

Merokok juga mengganggu aktivitas sel – sel darah yang diperlukan untuk penyembuhan luka. Tindakan pencabutan gigi pada pasien merokok memiliki tingkat kesembuhan yang lebih rendah dibanding pasien yang bukan perokok. Merokok menggangu jalannya sel – sel darah yang sedang bekerja menutup luka, membuat luka kembali terbuka, lambat sembuh atau malah tidak sembuh sama sekali. Itulah mengapa setelah tindakan pencabutan dokter gigi selalu  menganjurkan pasiennya untuk tidak merokok minimal 3 – 5 hari paska tindakan.

 oralcancer2Kanker Mulut Akibat Merokok

 

Terlambatkah bila berhenti merokok sekarang?

Tidak ada kata terlambat untuk hal – hal yang baik. Dengan berhenti merokok, maka jaringan gusi akan mengalami perbaikan secara bertahap.

Tentu, tidak pulih dengan sendirinya, tetapi dengan bantuan dan pantauan dokter gigi. Seiring program berhenti merokok, sebaiknya lakukan kunjungan rutin ke dokter gigi untuk dilakukan perawatan gusi, sesuai indikasi. Terkadang dokter gigi juga memerlukan rontgen untuk mengetahui seberapa jauh kerusakan tulang rahang pada pasien. Dengan bekerja sama dengan dokter gigi umum maupun spesialis periodontik kerusakan tulang dan penyakit gusi yang terjadi bisa diatasi, meski pemulihanya tidak secepat pasien yang tidak merokok.

Harapan sembuh selalu ada, tinggal bagaimana kita menyikapinya.

Jauhi rokok, sayangi gigi dan mulut, sayangi paru – paru, dan terutama, sayangi keluarga anda.

Salam,

Healthy Teeth for Healthy Life. 😀

 

Referensi:

– http://www1.umn.edu/perio/tobacco/tobperio.html

– http://www.webmd.com/oral-health/guide/smoking-oral-health

– http://www.adelaide.edu.au/arcpoh/dperu/cpep/info/smoking.html

Tips Merawat & Membersihkan Gigi Palsu

Anda termasuk pemakai gigi palsu? jika ya, berikut saya bagikan tips mudah membersihkan dan merawat gigi palsu anda sehingga tetap bersih, tidak berbau, dan lebih tahan lama.

  • Lepaslah gigi palsu anda setelah makan, kemudian bilas dengan air mengalir agar gigi palsu bersih dari sisa makanan. Pastikan tidak terjatuh/terlepas dari genggaman anda. Bisa dibantu dengan meletakkan alas seperti handuk kecil dibawahnya untuk menghindari patahnya gigi palsu anda. Pegang gigi palsu anda dengan tekanan cukup, tekanan berlebihan hanya akan merusak gigi palsu anda.

rinse dentures

  • Bersihkan gigi dan mulut anda setelah melepas gigi palsu. Gunakan sikat gigi berbulu lembut pada gigi asli anda. Bersihkan juga lidah dan langit – langit anda dengan kasa atau sikat gigi ekstra lembut.

Sikat Gigi Dentures

  • Gosok gigi palsu anda setidaknya sehari sekali. Gosok gigi palsu anda menggunakan denture cleaner, sabun lembut atau pasta gigi yang sedikit kandungan detergennya dan sikat gigi ekstra lembut atau sikat gigi khusus gigi palsu untuk menghilangkan sisa makanan, plak, dan deposit lainnya. Hindari sikat gigi berbulu kaku dan kasar, pembersih kuat dan pasta gigi yang abrasif seperti pasta gigi pemutih (whitening) karena akan merusak permukaan gigi palsu anda.

brushing dentures

  • Rendam gigi palsu anda ketika malam hari. Saat anda tidur, lepaslah gigi palsu anda kemudian rendam dalam larutan khusus gigi palsu dengan air hangat. Pastikan bukan air panas karena dapat mengubah ukuran gigi palsu anda. Jangan direndam dengan larutan chlorine (pemutih). Pastikan seluruh bagian gigi palsu anda terendam dalam larutan tersebut.

soaking dentures 2

  • Ketika pagi hari, bilas dahulu gigi palsu anda yang sudah direndam tadi sebelum dipakai kembali, terutama jika direndam dengan larutan khusus gigi palsu. Jangan lupa bersihkan tempat bekas merendam gigi palsu anda agar bisa digunakan malam berikutnya.

clean the box

  • Jadwalkan untuk kontrol gigi rutin ke dokter gigi anda. Dokter gigi anda akan memberitahukan kepada anda seberapa sering anda harus periksa ke dokter gigi untuk memeriksa kebersihan dan kondisi gigi asli maupun gigi palsu anda. Dokter gigi juga bisa membantu anda untuk kembali menyesuaikan gigi palsu yang dirasa sudah mulai tidak nyaman. Jangan biarkan gigi palsu anda terlanjur longgar dan mudah lepas, karena gigi palsu yang tidak pas dapat menyebabkan iritasi, sariawan, dan infeksi.

Ternyata mudah ya merawat dan membersihkan gigi palsu,

Salam..

Healthy Teeth for Healthy Life.

 

Sumber:

– http://www.mayoclinic.org/denture-care/expert-answers/faq-20058375 (accessed on sunday, 17th august 2014)

– http://www.wikihow.com/Clean-Dentures  (accessed on sunday, 17th august 2014)

Nafsu Makan berkurang, karena SARIAWAN???

Sebagian besar orang pasti pernah mengalami sariawan. Kalau sedang sariawan, biasanya nafsu makan pun berkurang karena mulut terasa sakit, tidak nyaman, perih, dll. Mengganggu sekali ya? Apalagi kalau sariawannya kambuhan, setiap akan menstruasi, atau sedang sters, sariawan menyebalkan itupun timbul. Lantas Apa sih sariawan itu? Mengapa sering terjadi, terutama pada wanita menjelang menstruasi dan ibu hamil? Lalu bagaimana menanganinya??

Sariawan atau istilah kedokterannya Aphtous ulcer adalah suatu luka atau ulserasi yang mengenai membran mukosa mulut. Biasanya sariawan timbul pada usia produktif, 20 – 30 tahunan, namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada rentang usia lainnya.

Penyebab sariawan sebenarnya masih belum diketahui, namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi timbulnya sariawan dalam mulut kita, antara lain:

–          Faktor imun

–          Infeksi (Misal: infeksi virus seperti HSV-1, Varicella Zooster, dan Cytomegalovirus)

–          Gangguan nutrisi (Misal: kekurangan vit. B12, asam folat, besi, kondisi – kondisi malabsorpsi seperti Celiac Disease (pasien yang sensitif terhadap gluten) dan Crohn’s Disease)

–          Perubahan hormon

–          Stress

–          Trauma

–          Alergi makanan

–          Penderita HIV +

–          Genetik

–          Faktor sistemik

 

Gejala klinis sariawan yaitu adanya luka atau ulcer berbentuk bulat atau oval berwarna putih dikelilingi halo erythema (kemerahan), berbatas jelas, dan terasa sakit. Rasa sakitnya bervariasi, mulai dari yang ringan (apthous minor) hingga yang parah (aphtous mayor). Terkadang sariawan ini bersifat kambuhan (rekuren).

 

minor aphtous

 

Minor Aphtous Ulcer

Sariawan umumnya bukanlah penyakit menular, namun bila terinfeksi, seperti pada kasus pasien HIV +, maka sariawan bisa menjadi media penularan virusnya. Sebagian besar pemicu sariawan adalah stress dan perubahan hormonal. Inilah yang membuat sariawan lebih banyak timbul pada perempuan dibandingkan laki – laki. Ketika menjelang menstruasi, dan wanita hamil biasanya rentan mengalami sariawan karena adanya perubahan hormonal dalam dirinya.

mayor aphtous

        Mayor Aphtous Ulcer

Sariawan (aphtous ulcer) harus dibedakan dengan sariawan karena trauma (traumatik ulcer) karena beda penyebabnya dan biasanya tidak kambuhan seperti aphtous ulcer. Gejala klinis Aphtous ulcer yaitu adanya ulcerasi atau luka disertai rasa sakit di jaringan lunak mulut yang tak berkeratin seperti pipi, bibir, lidah, dasar mulut, palatum lunak, dan uvula. Biasanya, penderita sariawan ini mengalami gejala- gejela (prodromal) sebelumnya seperti rasa tidak nyaman, erythema atau kemerahan 1-3 hari sebelum sariawan itu timbul. Aphtous ulcer memiliki tiga tipe, yaitu minor, mayor, dan herpetiform.

 

Minor Mayor Herpetiform
Jumlah 1 – 6 bh 1 – 3 bh 10 – 100
Diameter < 0,5 cm
  • 0,5 cm
1 – 3 mm
Masa Penyembuhan 6 – 10 hari 3 – 6 minggu 10 – 15 hari
Scar/Bekas Tdk Ya Tdk

 

herpetiform

Herpetiform Aphtous Ulcer

 

Aphtous ulcer mesti dibedakan dengan beberapa penyakit mulut lainnya yang gejala klinisnya serupa dengan aphtous ulcer antara lain: traumatik ulcer, herpes rekuren, pemphigus vulgaris, cicatricial pemphigoid, Crohn’s disease, neutropenia, Celiac disease, dan CMV.

Sebenarnya tidak ada terapi yang tepat untuk sariawan ini, karena penyebab utamanya masih belum diketahui. Namun, ada beberapa yang bisa dilakukan untuk membantu mempercepat masa penyembuhan sariawan seperti obat topical (salep) 5% amlexanox oral paste (Aphthasol). Untuk sariawan yang dipicu oleh faktor imun, bisa menggunakan obat golongan kortikosteroid (sediaan salep untuk kasus yang ringan, sediaan oral/sistemik untuk kasus yang berat) namun harus dengan pengawasan dokter.

Agen topikal (salep) yang paling efektif sekarang ini adalah 0.1% triamcinolone acetonide dalam suatu oral adhesive base (Orabase), 0,5% fluocinonide gel (Lidex gel) atau 0.05% clobetasol propionate gel (Temovate) yang diaplikasikan 3-6 kali sehari selama 4-6 hari.

Sedangkan untuk kasus yang lebih berat terutama yang terkait penyakit sistemik sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter gigi ahli penyakit mulut karena memerlukan pengobatan rutin dalam pengawasan dokter.

Sebenarnya tujuan terapi sariawan adalah menghilangkan rasa sakitnya, memperpendek masa penyembuhan, dan menghindari kekambuhan. Jadi, sariawan tidak selalu harus diberi obat, kecuali yang terkait infeksi, dan pada kasus yang berat mengenai banyak daerah dalam mulut.

Yang terpenting adalah tetap menjaga kebersihan mulut, dengan menyikat gigi dua kali sehari, dan berkumur dengan obat kumur yang tidak mengandung alkohol dua hari sekali, agar mulut tidak kering.

Bila mulut bebas sariawan, makan pun jadi lebih nyaman, senyum pun makin lebar..

Salam,

Healthy Teeth for Healthy Life

 

*Regezi, Joseph A, 1999. Oral Pathology, Clinical Pathologic Correlations 3rd ed. WB Saunders: Philadelphia.

**Laskaris, George. 2005. Treatment of Oral Disease. Thieme: Germany.

Gigi Susu Anak Anda “Reges”?

Beberapa waktu yang lalu, saya mengikuti kegiatan bakti sosial bersama tim KIMMI (Komunitas Mitra Medis Indonesia) di daerah Plumpang, Jakarta Utara. Waktu itu saya bertugas memberikan penyuluhan kpd para orang tua murid disana. Setelah penyuluhan selesai, masuk sesi tanya jawab. Ketika itu saya mendapat pertanyaan “Dok, mengapa gigi depan atas anak saya yang berusia 4 tahun reges ya dok??”. Spontan saya tersenyum mendengar kata “reges”. Ketika saya tanyakan pada orang tua tersebut, “Bu, apakah si anak seringkali dibiarkan tidur sambil minum susu botol?”, Ibu tersebut mengiyakan pertanyaan saya.

Ya, istilah “reges” seringkali disebut oleh orang tua yang anaknya mengalami karies pada gigi depan atasnya. Secara klinis, nampak gigi susu depan atas anak berwarna cokelat hingga kehitaman dengan bentuk mahkota yang hampir habis. Sebenarnya, istilah “reges” itu adalah “Nursing Bottle Caries” atau “Baby Bottle Tooth Decay” atau “Karies Botol Susu”. Mengapa? Berikut penjelasannya:

Baby Bottle Decay

Penyebab Nursing Bottle Caries (Karies Botol Susu)

Seringkali, agar anak lebih mudah tidur, Ibu memberikan susu botol pada anaknya, dan tetap dibiarkan hingga si anak tertidur pulas. Sayangnya kebiasaan inilah yang menyebabkan gigi anak rusak. Ketika anak menghisap botol susunya selama ia tidur, maka gigi depan atasnya akan terendam susu sehingga akan lebih cepat mengalami karies (gigi berlubang). Cairan yang mengandung gula seperti susu, sirup, teh manis, jus buah dg tambahan gula dapat memberikan lingkungan yang baik untuk perkembangan mikroorganisme penyebab karies. Selain itu, berkurangnya aliran saliva (air ludah) pada saat tidur juga meningkatkan proses terjadinya karies.

Pada umumnya, karies botol susu ini terjadi pada anak usia antara 2-4 tahun. Awalnya, gigi depan atas mulai nampak kuning kecokelatan, kemudian bila dibiarkan akan terus menjadi cokelat kehitaman dan kemudian akan habis mahkotanya, dan meninggalkan sisa akar kehitaman pada gusi bagian depan atasnya. Itulah yang seringkali disebut “reges”. Gigi lainnya juga rentan terkena karies yaitu gigi geraham sulung atas dan bawah hingga gigi taring bawah (caninus). Gigi depan bawah biasanya jarang sekali mengalami karies jenis ini karena posisinya yang terlindungi oleh lidah ketika anak menghisap botol susu.

1

Bagaimana cara mencegahnya?

1. Hentikan kebiasaan anak menghisap botol berisi susu atau cairan mengandung gula lainnya selama ia tidur.

Bila anak belum bisa dihentikan secara langsung, maka hentikan secara bertahap dengan menyelingi susu dengan air putih.

2. Mulai ajarkan kebiasaan menyikat gigi sebelum tidur, bila belum bisa, tidak perlu menggunakan pasta gigi terlebih dahulu.

Untuk anak yang lebih kecil, Ibu bisa membersihkan gigi susu anak dengan kasa yang dililitkan pada jari telunjuk dengan air hangat.

3. Bila anak sudah mulai terbiasa menyikat gigi, ajarkan penggunaan pasta gigi khusus anak secukupnya, sehingga gigi bisa terlapisi dengan fluoride.

4. Kenalkan dengan dokter gigi sejak dini, sehingga bisa mendapatkan perawatan dini pada gigi susu, seperti aplikasi fluoride di klinik gigi.

5. Ganti kebiasaan anak sebelum tidur dengan membacakan dongeng, atau beri ia reward/hadiah bila anak berhasil tidur tanpa menghisap botol susunya.

PKL 4

BIla anak sudah terlanjur mengalami karies botol susu, apa tindakan selanjutnya?

Tidak ada kata terlambat untuk sebuah kebaikan.

1. Tetap usahakan agar anak bisa menghentikan kebiasaannya menghisap botol susu. Akan lebih baik bila anak diajarkan minum di gelas.

2. Ajarkan cara menyikat gigi yang baik dan benar menggunakan pasta gigi berfluoride khusus anak-anak terutama sebelum tidur

3. Ajak anak ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan sesuai tingkat keparahan karies. Bila masih memungkinkan, bisa dilakukan penambalan.

4. Beri anak hadiah/pujian ketika ia berhasil menghentikan kebiasannya, dan ketika ia berani ke dokter gigi untuk dilakukan tindakan.

Yang perlu Ibu/Bapak ingat adalah, bahwa gigi susu penting sekali bagi anak. Gigi susu berfungsi untuk pengunyahan, fungsi bicara yang baik, estetik, dan yang terpenting adalah gigi susu diperlukan untuk jalan pertumbuhan bagi gigi tetapnya nanti. Pentingnya gigi susu telah saya bahas di posting sebelumnya.

Sekian mengenai gigi “reges” semoga bermanfaat.

Salam,

Healthy Teeth for Healthy Life.

Jangan Remehkan Gigi Susu!

Beberapa hari belakangan ini saya kedatangan pasien anak – anak dengan keluhan sakit gigi hebat. Pasien anak datang dalam kondisi menangis menahan sakit sambil memegangi pipinya. Ketika saya periksa ternyata kondisi gigi sudah berlubang, dalam, dan mengenai saraf/pulpa. Terang saja sakitnya bukan main. Anda orang tua yang sudah dewasa saja tidak tahan akan sakitnya gigi berlubang tersebut apalagi anak kecil? Sayang sekali bila gigi susu pada anak – anak usia dini telah mengalami karies/gigi berlubang. Padahal gigi susu yang seringkali dianggap remeh oleh para orang tua memiliki banyak fungsi dan peran yang sangat penting selama tumbuh kembang si kecil.

Biasanya, para orang tua tidak begitu memperhatikan kondisi gigi anak di usia dini yang sebagian besar masih gigi susu. Anggapan yang selama ini ada yaitu bahwa gigi susu toh nantinya akan tanggal dan digantikan oleh gigi tetap. Memang benar, bahwa gigi susu akan tanggal dan digantikan oleh gigi tetap, namun, bila gigi susu tidak dirawat dengan baik, maka akan terjadi kerusakan pada gigi susu yang juga akan mempengaruhi pertumbuhan gigi tetapnya. Berikut adalah fungsi gigi susu bagi anak:

1. Fungsi Pengunyahan

Keberadaan gigi susu yang sehat sangat diperlukan anak untuk pengunyahannya. Bila gigi anak berlubang dan sakit tentunya anak akan merasa malas untuk mengunyah dan malas makan. Tentu saja hal ini akan mempengaruhi tumbuh kembangnya bukan? Bila anak sudah tidak nafsu makan akibat giginya yang tidak sehat, lantas bagaimana ia akan tumbuh dan berkembang dengan baik?

2. Fungsi Estetik

Gigi susu sama pentingnya dengan gigi tetap. Terutama bagi anak yang sudah menginjak usia sekolah. Kala teman – temannya memiliki gigi putih bersih sehat, sedangkan dirinya memiliki gigi yang tidak sehat, maka ia akan merasa minder dan enggan bergaul dengan teman sebayanya. Gigi susu yang berlubang terutama di gigi depan baik atas maupun bawah akan mempengaruhi kepercayaan dirinya.

3. Fungsi Petunjuk Arah Pertumbuhan Gigi Tetap

Inilah peran terpenting gigi susu yang sangat berpengaruh terhadap gigi tetap. Gigi susu diciptakan untuk tumbuh terlebih dahulu dimaksudkan untuk menjadi petunjuk arah pertumbuhan gigi tetap. Gigi tetap yang akan tumbuh memerlukan jalan dan tempat yang sesuai, sehingga disini gigi susulah yang berperan sebagai penunjuk jalannya. Akar gigi susu akan terkikis dengan sendirinya oleh gigi tetap yang akan segera tumbuh. Kemudian, gigi susu akan mengalami kegoyangan alami karena akarnya yang sudah menipis dan akan tanggal sesuai dengan waktunya. Dengan proses itulah maka gigi tetap akan mendapatkan tempatnya menggantikan gigi susu dan tumbuh sesuai dengan tempatnya. Bila gigi susu telah tanggal sebelum gigi tetap mendekati akar gigi susu, maka gigi tetap akan kehilangan tempatnya untuk tumbuh dan inilah yang membuat gigi tetap menjadi berjejal atau tumbuh tidak beraturan.

Gigi susu sangat mungkin tanggal sebelum waktunya, yaitu akibat adanya karies/gigi berlubang yang besar dan atau dalam. Karena struktur gigi susu lebih kecil, sehingga bila terjadi karies yang besar/dalam akan lebih mudah mengalami kegoyangan dan mudah tanggal atau harus mengalami pencabutan dini. Kondisi ini tentu saja merugikan bagi gigi tetap karena ia akan kehilangan petunjuk arahnya. Selain itu, gigi susu yang tanggal sebelum waktunya juga akan mengganggu proses pengunyahan dan estetik bagi anak.

gigi sulung

primary1

Lantas apa yang mesti dilakukan untuk membuat gigi susu yang mungil ini tetap bersih dan sehat?

1. Menyikat gigi dua kali sehari

Mulai biasakan menyikat gigi dua kali sehari pada anak dengan tehnik dan cara yang benar. Mungkin akan nampak sulit pada awalnya untuk mengajarkan anak menyikat gigi. Hal ini bisa disiasati dengan aktivitas menyikat gigi bersama sambil menyanyi atau berakting. Bisa juga dengan memberikan reward/pujian/hadiah bila anak berhasil menyikat gigi selama 3 hari berturut turut. Dengan demikian anak akan merasa senang menyikat gigi terutama sebelum ia tidur.

kids brush teeth

2. Pola Makan Sehat

Anak – anak terutama usia dini biasanya sangat gemar makan makanan kariogenik atau makanan manis dan lengket yang mudah menyebabkan gigi berlubang. Mulailah ajari anak makan makanan berserat seperti buah dan sayur. Kombinasikan makanan sedemikian rupa sehingga anak merasa senang dan terbiasa makan buah dan sayur. Hindari kebiasaan minum susu menggunakan dot sebelum tidur karena gigi akan terendam dengan cairan susu tersebut selama ia tidur dan menyebabkan gigi berlubang di banyak gigi. Ajaklah anak untuk bangun dan menyikat gigi atau setidaknya kumur air putih hangat agar susu yang tersisa dalam mulut bisa segera larut.

3. Periksa ke dokter gigi rutin

Ajak anak pergi ke dokter gigi sejak dini. Jangan biasakan mengancam atau menghukum anak bila tidak nurut akan dibawa ke dokter gigi ya, karena dengan begitu dokter gigi akan menjadi momok menakutkan bagi anak. Berikan reward/pujian/hadiah bila ia mau pergi ke dokter gigi. Untuk anak dengan ketakutan yang tinggi, ajaklah anak ke dokter gigi yang memang sudah berpengalaman menangani pasien gigi anak atau dokter gigi spesialis gigi anak (Sp.KGA). Bila memang ada gigi anak yang berlubang, maka dukunglah ia dan berikan semangat agar mau dilakukan penambalan. Bila ada gigi yang sudah goyang atau gigi tetapnya akan segera tumbuh, maka berikan anak dukungan agar berani dan mau dilakukan pencabutan. Dengan dukungan dan semangat dari orang tua, tentu anak akan lebih senang pergi ke dokter gigi. Sehingga giginya bisa terus terkontrol pertumbuhannya.

drgspkga

Mulai sekarang, Ayah&Bunda perhatikan gigi anak anda ya. Karena kesehatan giginya adalah kebahagiaan anda juga bukan? Dan ingat, pertumbuhan dan perkembangan anak juga dipengaruhi oleh kesehatan giginya.

Salam,

Healthy Teeth for Healthy Life.

Si Bungsu Yang Mengganggu

Pernahkah anda merasakan sakit yang sangat mengganggu di bagian gigi paling belakang? Jika ya, maka anda harus berkenalan dengan gigi bungsu anda yaitu gigi geraham ketiga. Gigi geraham ketiga ini merupakan gigi yang paling terakhir tumbuh biasanya sekitar usia 16 – 21 tahun. Proses pertumbuhan gigi ini seringkali menimbulkan berbagai rasa sakit dan rasa tidak nyaman karena faktor berikut ini:

Wisdom-Impacted-Tooth

1. Impaksi

Biasanya gigi geraham ketiga terutama gigi geraham tiga bawah, cenderung mengalami kondisi impaksi, yaitu kondisi dimana gigi yang akan tumbuh secara normal tertahan/terhalang oleh gigi didekatnya atau jaringan diatasnya. Akibat tempat yang tersedia tidak cukup atau karena posisi benih gigi yang sudah miring sejak awal, maka gigi ini tidak bisa tumbuh sempurna dan terus menekan gigi sebelahnya sehingga menimbulkan rasa sakit. Terkadang rasa sakit menyebar hingga ke bagian kepala, leher bahkan bahu.

tms2

2. Operkulitis/Perikoronitis

Gigi yang tumbuh di sudut rahang ini membuat jaringan gusi yang menutupi mahkota gigi (operkulum) robek, sehingga membentuk celah/kantung yang terbuka dan memudahkan terperangkapnya sisa makanan disana. Sisa makanan yang sulit dibersihkan kemudian menyebabkan jaringan gusi tersebut menjadi radang dan membengkak akibat dari adanya aktivitas bakteri dan infeksi ini dikenal dengan operkulitis/perikoronitis. Kondisi ini bisa menjadi lebih parah akibat trauma tergigit oleh gigi geraham diatasnya.

Gejala operkulitis/perikoronitis bervariasi dari yang ringan dengan rasa sakit tumpul dan gejala yang hilang-timbul serta nafas berbau. Hingga yang berat dengan rasa sakit tajam atau berdenyut – denyut, kemerahan, bau mulut, pembengkakan gusi, dan adanya nanah dari ruang sekitar gusi yang membengkak tadi. Bila infeksi sangat berat, pasien bisa saja mengalami keterbatasan membuka mulut, sulit menelan, demam, dan lymphadenopathy.

pericoronitis-pericoronal-pouch-or-operculum1images

 

Apa yang harus dilakukan dengan gigi bungsu anda?

Bila anda pernah mengalami kondisi tersebut diatas, jangan panik!!

Penanganan pertama di rumah bisa dengan segera membersihkan daerah gigi geraham tiga tersebut dengan menyikat gigi perlahan, dan kemudian berkumurlah dengan air garam hangat. Atau, bila dirumah tersedia obat kumur yang mengandung bahan chlorhexidine gluconate, akan sangat membantu meredakan nyeri dan infeksi bakteri. Kemudian, segera temui dokter gigi anda untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Biasanya, untuk kondisi perikoronitis/operkulitis yang ringan hingga sedang, dokter gigi akan melakukan irigasi dan kuretase yaitu membersihkan jaringan tersebut dibantu dengan larutan antiseptik khusus untuk menekan jumlah bakteri. Kemudian, akan diberikan antibiotik dan analgesik. Kunjungan berikutnya, dokter gigi biasanya meminta pasien untuk membawa hasil rontgen gigi tersebut untuk menentukan rencana perawatannya. Apakah hanya dengan operkulektomi yaitu pemotongan bagian operkulum saja sudah cukup untuk mengatasi nyeri, ataukah memang harus melakukan pencabutan pada gigi impaksi tersebut. Bila posisi gigi tidak memungkinkan untuk tumbuh sempurna, biasanya dokter gigi akan menjadwalkan anda untuk dilakukan operasi/pencabutan gigi impaksi (odontektomi). Ikuti saran dokter gigi anda, agar rasa nyeri yang ditimbulkan si bungsu ini tidak kambuh kembali.

 

Salam,

Healthy teeth for healthy life.