KARANG GIGI itu tak seindah KARANG LAUT…

Jika anda senang dengan pemandangan bawah laut yang indah dengan terumbu karangnya, maka anda takkan pernah senang dengan “terumbu karang” yang satu ini: KARANG GIGI. Selain warnanya yang kuning hingga kehitaman, karang gigi yang keras ini juga bisa membuat kondisi gigi dan mulut anda menjadi buruk, mulai dari bau mulut, hingga gigi goyang. Mengapa?? Mari kita bahas lebih lanjut…

general-05-031

Karang gigi, atau istilahnya kalkulus, adalah deposit keras yang dibentuk oleh mineralisasi plak gigi. Berdasarkan letaknya, kalkulus ini dibagi menjadi dua yaitu kalkulus supragingiva (diatas gusi) dan kalkulus subgingiva (dibawah gusi). Kalkulus awalnya terbentuk di permukaan gigi bagian leher gigi, kemudian bisa menutupi hingga ke seluruh permukaan gigi, atau bahkan masuk sampai kedalam kantung gusi, bila kebiasaan menyikat giginya buruk, atau mengunyah di satu sisi.

Kalkulus merupakan plak yang mengeras. Plak adalah suatu zat lunak yang mengandung mikroorganisme yang melekat erat pada permukaan gigi, gusi, gigi palsu lepasan, dan tambalan gigi. Plak biasanya mulai mengeras menjadi kalkulus setelah 1-2 hari pada gigi yang tidak dibersihkan. Plak dapat dibersihkan dengan menyikat gigi, sedangkan kalkulus tidak. Sehingga bila sudah terbentuk kalkulus, diperlukan perawatan pembersihan kalkulus oleh dokter gigi (scaling).

Kalkulus mengandung sejumlah bakteri merugikan seperti: S. sanguis dan P. gingivalis. Bakteri tersebut yang kemudian menyebabkan terjadinya radang gusi dan penyakit periodontal. Seringkali pasien yang memiliki kalkulus datang dengan keluhan gusi mudah berdarah terutama ketika menyikat gigi. Hal ini bisa menjadi tanda adanya radang pada gusi. Tanda lainnya yaitu gusi merah, bengkak, tekadang ada rasa gatal pada gusi tanpa adanya pembengkakan. Tingkat keparahannya bermacam-macam tergantung dari lamanya invasi bakteri kedalam gusi.

Bila kondisi tersebut dibiarkan maka tulang rahang dibawah gusi, yang berperan sebagai penopang gigi akan mengalami kerusakan. Bila tulang sudah mulai mengalami kerusakan, biasanya akan diikuti oleh kegoyangan gigi akibat tidak cukupnya kekuatan tulang rahang menopang gigi. Bila hal ini sudah terjadi, maka bukan hanya scaling (pembersihan kalkulus) yang diperlukan, tetapi juga pembersihan luar akar (root planing) dan/atau pembersihan bagian dalam gusi (kuretase). Bahkan, bila kondisi tulang sudah parah dan benar-benar rendah, diperlukan tindakan pembedahan/cangkok tulang rahang (bone graft).

Begitulah rentetan aksi karang gigi yang diam-diam menghanyutkan, bahkan sampai menyebabkan gigi tidak dapat dipertahankan dan perlu dicabut. Oleh karena itu, biasakan rutin ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali untuk menjalani pembersihan karang gigi (scaling). Kemudian, biasakan pola menyikat gigi yang baik dan benar, dengan tehnik yang benar, dan pemilihan sikat gigi dan pasta gigi sesuai kebutuhan.

Ingat, jangan sungkan untuk bertanya sejeleas-jelasnya kepada dokter gigi anda, sehingga anda bisa memiliki gigi dan gusi yang sehat, bebas karang gigi.

 

Salam,

Healthy Teeth for Healthy Life.

Advertisements

About adibah

I'm a dentist and an entrepreneur. I like to share my knowledge to others and I would like to share it around the world. I want to make a new perception about going to dentist so that it is fun and not a scary thing to do. That's all about me. Healthy teeth for healthy life.

Posted on March 6, 2014, in Perawatan gigi di klinik and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: